Bertasbihlah cinta….
Kita semua pasti tahu mega film ‘Ketika Cinta Bertasbih’ (KCB) karya sutradara Chaerul Umam. Film yang sempat menggemparkan seantero jagat Indonesia ini (lebay!!!) memang diangkat dari novel dwilogi yang juga best seller karya Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama.
Selayaknya film layar lebar lainnya, film ini juga didukung oleh penataan musik dengan soundtrack yang rancak digarap teteh Melly Goeslaw bersama sang suami, Anto Hoed. Saiah sendiri sangat suka dengan tembang ‘Ketika Cinta Bertasbih’ yang dibawakan langsung oleh Melly feat. Amee, karena lirik dan musiknya yang begitu menyentuh jiwa.
Tapi saiah baru tahu kalau ternyata lagu tersebut bukan ciptaan teh Melly langsung. Lebih tepatnya, sudah ada yang menciptakan lagu tersebut dengan judul yang sama namun dengan lirik yang berbeda. Mungkin lagu tersebut dibeli dari si pencipta aslinya. Di lagu versi asli yang saiah dapat dari seorang teman, tertulis penyanyinya adalah Suby dan Ina.
Kalau dari segi musik, kedua lagu tidak terlalu jauh berbeda. Namun dari segi lirik, kamu bisa lihat sendiri perbedaannya di bawah ini.
Ketika Cinta Bertasbih versi Melly feat. Amee
bertuturlah cinta mengucap satu namaseindah goresan sabdamu dalam kitabkucinta yang bertasbih mengutus hati inikusandarkan hidup dan matiku padaMubisikan doaku dalam butiran tasbihkupanjatkan pintaku padaMu maha cintasudah di ubun-ubun cinta mengusik rasatak bisa paksa walau hatiku menjeritreff:ketika cinta bertasbih,nadiku berdenyut merdukembang kempis dadaku merangkai butir cintagaris tangan tergambar tak bisa aku menentangsujud syukur padaMu atas segala cinta
Ketika Cinta Bertasbih versi original (oleh Suby & Ina)
bertasbihlah cinta, terukir di hatikuseindah samudra senja berkilau membentangcinta yang sejati yang tersandar di hatiberlabuh menepi satukan karna Ilahimalam penuh doa menawar rindu kasihmunajatkan Maha cinta di atas cintajika memang takdir cinta pasti bertemumeski kau dan aku ada di ujung duniareff:ketika cinta bertasbih,bagai cahya tak bertepianugerah terindah, itu yang kuimpikanharapan kusandarkan di setiap ujung malamkuTuhan bimbing cintaku, cinta karna Ilahi
Untuk Para Calon Ayah
Pagi ini, hapeku berdering sesaat setelah aku menyelesaikan tugas mengajarku. Ternyata dari Pak Tjahyono Jatmiko, yang tidak lain adalah rekan sesama dosen di IMT yang juga mengajar mata kuliah Business Management. Singkat cerita, beliau minta digantikan untuk mengajar kelas beliau keesokan harinya (Jum’at), karena beliau harus pulang ke Depok menjenguk anaknya yang sedang sakit demam berdarah.
FYI, pak Tjahyono adalah seorang pensiunan Telkom yang juga baru setahun (diminta) mengajar di IMT. Rumah beliau sendiri sebenarnya di Depok. Jadi setiap pekan, ia harus bolak-balik Bandung-Depok.
Aku tidak mungkin lupa kalau hari Jum’at adalah jadwal kuliah Business Ethics, mata kuliah yang termasuk favoritku karena bahasannya yang menarik. Tetapi akupun berat untuk menolak permintaan Pak Tjahyono. Bisa dibilang, saat ini akulah satu-satunya harapan, karena dosen lainnyapun berhalangan. Di IMT, sistem mengajarnya memang dibuat supaya kelas jangan sampai diliburkan hanya karena dosen berhalangan. Jika memang benar-benar terpaksa, akan coba dibantu dicarikan dosen penggantinya. Hal ini juga karena mempertimbangkan ketersediaan kelas yang terbatas, sementara jumlah mahasiswanya semakin bertambah setiap tahunnya. Read the rest of this entry »
Ramadhan:The Series
-1 Syawal 1430 H-
Sesuatu baru terasa begitu bernilai, ketika orang yang memilikinya telah kehilangan sesuatu tersebut. Itulah yang aku rasakan malam ini. Berlalu sudah bulan yang penuh berkah dengan segala keutamaan yang berada di dalamnya, Ramadhan. Dan aku sangat merasa kehilangan atasnya. Ada penyesalan karena merasa belum optimal dalam ibadah. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Meskipun demikian, aku tetap bersyukur karena dengan segala kepadatan aktivitas, aku masih bisa berkumpul dengan keluarga tercinta di hari yang fitri.
Ramadhan, kuanggap bagai serial televisi yang terdiri dari beberapa session. Masing-masing session menyuguhkan cerita yang berbeda, dan tiap-tiap darinya memiliki klimaksnya sendiri. Bedanya, sebagai seorang pemain di serial TV tersebut, kita tidak tahu apakah akan diajak bermain kembali di session berikutnya oleh produser sekaligus sutradara, yaitu Allah SWT. Ya, kita memang tidak akan pernah tahu apakah akan bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya.
Kucoba renungi hari demi hari selama Ramadhan, tahun ini, maupun tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya enam session terakhir, benar-benar menggoreskan kesan tak terlupakan, karena masing-masing meninggalkan cerita uniknya.
Ramadhan 1425 H (2004)-Session I Read the rest of this entry »
Genk Motor Bandung Berulah Lagi???
Sebuah SMS masuk Sabtu pagi dengan isi yang cukup mengejutkan. Aku coba baca beberapa kali untuk mencoba meyakinkan bahwa aku tidak salah membaca.
“Teman2 saat ini k******* di ruang icu pavilion parahyangan lt.2, rs hasan sadikin, krn kecelakaan motor td mlm. Saat ini kondisi k******* blum sadar, dukung dlm doa ya. Klo mo jenguk bareng ketemuan dulu di kampus jam 11.30 ya. Kbrin yg laen ya.”
Berhubung aku sedang tersambung dengan internet, langsung aku posting email ke milis angkatan, dilanjutkan dengan memforward sms tersebut ke dua orang teman sindikatku. Setelah itu, barulah aku mulai bertanya-tanya, ‘kecelakaan dimana ya?’, ‘tabrakan atau jatuh ya?’, dan ‘separah apa ya?’. Setahuku, Read the rest of this entry »
Cerah Tapi Sepi
“…hari yang cerah…untuk jiwa yang sepi…
…begitu terang…untuk cinta yang mati…”
(Peter Pan)
Begitulah hari ini. Hari yang biasa sebenarnya. Tapi ingin kujalani dengan luar biasa. Karena memang orang-orang hebat menjalani hari demi hari dengan sesuatu yang baru.
Apa yang baru hari ini? Kuterbangun saat adzan subuh hampir menjelang. Dengan berat mata kubuka. Tidak seperti biasa. Karena memang ada yang beda di mata. Sedikit benjolan kecil sebiji jagung muncul di mata Pojok Kanan ataS. Inilah yang orang Jawa biasa menyebutnya dengan ‘timbilan’. Kusadari kemarin memang aku terlalu lama berada di depan TV untuk memantau perkembangan quick count PEMILU sekaligus di depan laptop untuk mengerjakan pekerjaanku.
Ah, inilah akibatnya jika terlalu dzalim pada salah satu anggota tubuh. Namun, seperti yang pernah diajarkan oleh orang tuaku, resep tradisional untuk penyakit ini adalah dengan mengoleskan lendir bawang putih di tempat yang sakit. Terbukti lumayan ampuh, meskipun sedikit perih awalnya. Perlahan tapi pasti, benjolan itu mulai mengecil.
Tapi kemudian ku teringat. Tugasku belum selesai. Maka bisa dipastikan seharian ini aku akan kembali berlama-lama di depan layar laptopku. Beginilah hidup seorang bujangan. Penuh dengan tugas kuliah dan tugas kerjaan. Meskipun hari ini begitu cerah, tapi jiwa ini begitu sepi…..
Please!!!
Hhhhhhh……….
Desah napas lega akhirnya terhembus juga. Seiring terisinya kembali ruang ini. Setelah hampa ia sebulan lamanya.
Semenjak masuk sekolah, seolah tiada waktu kosong yang bisa kugunakan untuk menulis. Sebenarnya sih ada, tapi emang karena yang teredia hanya waktu-waktu sisa yang terisi dengan lelah, jenuh, bosan, maka menulispun menjadi prioritas kesekian yang “ah, ga penting”.
Inilah tanda-tanda orang lagi ‘futur’. You know what, bahkan tulisan inipun sebenarnya tercipta di saat menunggu hujan reda kala hasrat pulang sudah ada. Makanya wajar saja, kalau ‘ruh’ yang terasa dari tulisan inipun terasa ‘ganjil’.
Buat teman-teman sesama blogger, tolonglah, kirimkan motivasimu. Salurkanlah semangatmu. Bagilah apa yang bisa kau berkan untukku.
Sungguh, aku sangat butuh.
Please!!!!!
Makhluk Tuhan Paling Sexy
“….Kamulah makhluk Tuhan…
….yang tercipta..yang paling sexy…”(Mulan Jameela-Makhluk Tuhan Paling Sexy)
Siapakah yang tidak mengenal lagu tersebut? Tidak hanya kalangan remaja dan dewasa saja penikmatnya. Akupun pernah mendengarkannya keluar dari mulut seorang bocah, yang mungkin umurnya baru beranjak 6 tahun.
Tapi kali ini, kita tidak sedang mendiskusikan tetek-bengek tentang lagu tersebut. Melainkan pada penggalan lirik yang cukup menggelitik. Sebenarnya, siapakah makhluk Tuhan yang paling sexy? Tanpa bermaksud diskriminasi gender, karena lagu ini dinyanyikan oleh seorang wanita, maka asumsi yang digunakan adalah makhluk Tuhan tersebut adalah pria.
Istilah ’sexy’ yang sudah terserap menjadi salah satu kosa kata bahasa Indonesia, jika diartikan secara bebas dari bahasa aslinya berarti: memiliki sifat yang terasosiasi dengan sex. Yaitu bentuk tubuh yang merangsang birahi, membangkitkan syahwat, menaikkan libido, dan membakar gairah. Coba tengok sejenak definisi seksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut:
3sek·si /séksi/ a merangsang rasa berahi (tt bentuk badan, pakaian, dsb)
Jika demikian, maka lekatlah pada benak kita pada spesies pria yang sering disebut ‘metroseksual’. Jika ia memiliki ciri: tubuh wangi dibalut parfum mahal, pakaian branded kelas dunia, dan punya presisi yang detil tentang perawatan tubuh luar dan dalam, maka masuklah ia pada kategori tersebut. Iconnya: David Beckham.
Pemilihan bintang sepakbola AC Milan yang pernah sebelumnya memperkuat Manchester United dan Real Madrid itu sebagai icon memanglah cerdik. Hal ini untuk menghancurkan persepsi kuno, bahwa metroseksual identik dengan homoseksual. Karena Beckham tercitrakan sebagai lelaki sejati(bukan gay), ayah dan suami yang ‘baik’, maskulin, serta profesional. Possitioning seperti itu jugalah yang ingin dicirikan oleh merk ‘metroseksual’ ini.
Sedikit menoleh pada sejarah, para mufassir berpendapat bahwa kaum Nabi Luth di kota Sodom dan Gomorah yang makmur, telah menggiring mereka menjadi bangsa pesolek. Karena seringnya berdandan, mengakibatkan para lelaki mengagumi ketampanan. Itulah akar pohon penyimpangan yang menyebabkan Allah menurunkan azabnya ketika itu.
Sampai di sini, hipotesa kita adalah: makhluk Tuhan(pria) yang paling sexy adalah pria metroseksual. Jangan senang dulu kawan. Karena di dunia ini tiada yang abadi. Begitu pula dengan tren ini.
Menurut sebuah riset di Euro RSCG, bahwa pria masa depan adalah: Uberseksual. Istilah uber, berasal dari kosakata Jerman yang berarti ‘di atas’ atau ’superior’. Sehingga, konsep uberseksual menitikberatkan pada keunggulan kualitatif.
Pria uberseksual, menurut Marian Salzman-Kepala Riset di Euro RSCG-, adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas(kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain) dalam kehidupannya. Karakter paling kuat dari seorang pria uberseksual adalah sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Sehingga tidak salah jika spesies ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di jeda-jeda waktu kosong yang dimiliki. Bono U2 yang menggunakan sisa waktunya di sela kesibukan turnya untuk kegiatan memerangi kemiskinan dan kelaparan di Afrika adalah salah satu contoh tokohnya.
Yang perlu diingat, bahwa pria uberseksual bukan berarti tidak menarik secara penampilan. Aura yang memancar menjadi suatu kutub magnet yang alami. Mereka elegan dengan tampilan sederhana sekalipun.
Jadi, terminologi sexy perlu diredefinisi atau paling tidak mengalami perluasan makna. Dunia membutuhkan ‘pria-pria sexy’ yang memberikan kontribusi konkritnya demi kehidupan yang lebih baik. Bahkan,bukan tidak mungkin tren dunia selanjutnya akan bergeser(lagi) membentuk spesies baru, yaitu pria-pria yang tidak hanya menarik secara penampilan, cerdas secara pemikiran, namun juga kokoh dalam keimanan(baca: memiliki spiritualitas tinggi).
================================================================
Reference:
Jalan Cinta Para Pejuang(bab Lelaki-lelaki Pelangi): Salim A Fillah
Hari Pertama Masuk Sekolah
Pengalaman pertama menjalani peran sebagai murid sekolah bisnis dan manajemen ITB memberikan kesan mendalam tak terlupakan. Sistem, lingkungan, metode, dan perangkat yang semuanya baru, memaksa untuk senantiasa beradaptasi cepat. Pada kesempatan ini, ijinkan aku membagikannya padamu kawan.
Sejak awal, selama masa orientasi, sudah ditegaskan bahwa kedisiplinan harus dijunjung tinggi. Tidak ada toleransi keterlambatan pada setiap sesi perkuliahan. Ketika dentang jam sudah menunjukkan waktu perkuliahan dimulai-sesuai jadwal-, maka yang sudah berada lebih dulu di dalam ruang kelas, berhak mengunci pintu dari dalam. Artinya, siapapun-mahasiswa atau dosen-yang datang setelahnya, tidak berhak untuk masuk mengikuti sesi kuliah saat itu.
Hal lainnya yang kurasakan berbeda adalah penjadwalan kuliah. Kalau dulu ketika masa undergraduate jadwal untuk satu mata kuliah dipecah menjadi beberapa hari dalam satu minggu. Kini, satu mata kuliah akan dijalankan pada satu hari, yang dibagi menjadi beberapa sesi. Semisal mata kuliah bernilai 3 SKS, maka satu hari dibagi menjadi 3 sesi. Sedangkan untuk mata kuliah bernilai 2 SKS, satu hari dibagi menjadi 2 sesi. Sedangkan 1 sesi berdurasi selama 1,5 jam, dan ada jeda antar sesi yang bisa digunakan untuk rehat.
Tidakkah ada kejenuhan jika satu mata kuliah dirapel dalam satu hari? Inilah salah satu perbedaan yang kuanggap sebagai satu kelebihan. Yaitu penggunaan case study untuk menyampaikan materi. Jadi jika satu mata kuliah dibagi menjadi 3 sesi dalam 1 hari, maka pembagiannya akan seperti ini:
- sesi pertama: dosen masuk kelas menjelaskan materi
- sesi kedua: diskusi kelompok-yang disebut dengan sindikat- di ruangan masing-masing. 1 sindikat mendapat 1 ruangan .
- sesi ketiga: presentasi hasil diskusi sindikat dan diskusi kelas.
Awalnya,metode seperti ini diterapkan di fakultas hukum Harvard University untuk mensimulasikan kasus peradilan.

Pertemuan pertama tiap mata kuliah, mahasiswa akan diberi satu map besar berisi lebih dari 10 kasus nyata dalam dunia bisnis,berbahasa Inggris, yang langsung dibeli secara original dari Harvard Business School. Tapi apalah arti sebuah merk. Toh, setahuku belum ada satu CEO perusahaan besar dunia yang lulusan Harvard Business School. Kalau yang DO sih ada. ^_^.
Satu case study minimal terdiri dari 10 halaman A4. Dan harus dikuasai setiap harinya, karena selalu ada presentasi dan diskusi di tiap kali pertemuan. Tidak salah jika partisipasi mendapat peringkat tertinggi dalam hal prosentase nilai total. Lebih tinggi dibandingkan nilai UTS, UAS, dan laporan tertulis. Ah,inilah hari-hariku ke depan.
Dengan penggunaan studi kasus yang real, diharapkan pemahaman mahasiswa akan lebih mudah dibentuk, dibandingkan dengan sekedar membaca teori dari buku-buku yang saking tebalnya bisa dijadikan bantal. Itulah bagian dari masa lalu.
Maka kupikir, ada baiknya metode ini bisa diterapkan di program studi lain, bahkan untuk level undergraduate. Meskipun, sebaik-baik tempat mencari ilmu adalah dengan langsung menceburkan diri, setidaknya pendekatan seperti ini bisa lebih mendekatkan gambaran tentang bagaimana tercebur dengan baik dan benar. Harapannya, sistem pendidikan di Indonesia-secara umum- bisa membaik.
Parade Gaza

======================================================================

=====================================================================

======================================================================

=====================================================================


*dijepret2 di sini

“…hari yang cerah…untuk jiwa yang sepi…





