#bijakfputranto

@bijakfputranto

Penawaran Investasi, Dunia & Akhirat

with one comment

Selepas umroh 3 pekan lalu (18-26 Maret 2013), Saya mendapatkan banyak sekali petunjuk. Salah satunya tentang bisnis apa yang sebaiknya Saya jalankan selanjutnya. Saya diberikan kecenderungan untuk menjajal bisnis biro umroh. Saya pikir bisnis di sektor ini baik. Baik dari segi prospek (jutaan umat Muslim di dunia, bahkan Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar, tentunya menjadi target yang sangat besar), maupun baik dari segi tujuan. Ini bisnis dunia akhirat. Memang semua bisnis yang dijalankan dengan tujuan untuk mencari nafkah yang halal, pastinya  bernilai ibadah dan akan mendatangkan pahala (indirectly). Namun membantu orang untuk menjalankan ibadah sebagai proses bisnis, adalah bisnis yang secara langsung (directly) mendatangkan manfaat dunia-akhirat.

Untuk membuka biro umroh (dan haji khusus), tentu bukan hal kecil. Investasinya besar dan banyak yang harus diurus di 2 negara (Indonesia dan Arab Saudi). Di 2 hal ini, mengurus tetek-bengek adalah yang paling susah, karena diakui atau tidak, sektor ini melibatkan cukup banyak “mafia” pihak. Investasi besar bisa dicari, namun kanal beberapa pihak ini yang lebih sulit diurus.

Ada 2 hal yang bisa dilakukan oleh pemain baru di bisnis biro umroh ini: (1) membuat biro travel & tour yang bekerja sama dengan biro umroh yang sudah eksisting, dan (2) membuka cabang dari biro umroh exsisting di kota yang belum ada perwakilannya. Opsi pertama lebih kepada mencari calon jama’ah dan kemudian menyerahkan teknis umroh ke biro umroh yang eksisting. Sementara opsi kedua merupakan perpanjangan tangan biro umroh eksisting ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Dari kedua opsi ini, yang kedua adalah yang lebih mudah dilakukan. Dengan membawa nama biro umroh yang sudah ada, tentu menguntungkan bagi kita karena lebih dipercaya oleh calon jama’ah yang melihat track record perusahaan. Maka jangan lupa untuk memilih biro umroh dengan nama baik. Dari sisi biro umroh tersebut, hal ini juga menguntungkan, karena namanya akan menjadi semakin baik dengan dibukanya cabang-cabang baru (perwakilan).

Sesampainya di Indonesia, Saya langsung melakukan riset. Kebetulan salah seorang rekan Saya di Hipmi Bandung, dr.Sari Sutriasih sudah memulai bisnis ini, menggunakan opsi kedua diatas, bergerak dengan menggunakan merk KUM Indonesia. Dari obrolan via BBM, Saya dapat info bahwa KUM Indonesia yang baru berjalan kurang dari 2 bulan ini adalah divisi marketing dari Ziar Tours, pemain lama yang pengalamannya sudah 20 tahun lebih. Tak mudah percaya, Saya coba tanyakan ke orang tua mengenai Ziar Tours ini. Ternyata ortu pernah menggunakan jasa Ziar Tours untuk umroh tahun 2002, dan sangat puas dengan layanannya. Info berikutnya yang Saya dapat dari dr.Sari adalah KUM Indonesia sedang mencari perwakilan-perwakilan di seluruh kota di Indonesia (1 kota/kabupaten hanya bisa ada 1 perwakilan). Kabar baiknya, di Bandung belum ada! Dr. Sari sendiri merupakan perwakilan di Kota Cimahi.

Menurut Saya ini peluang yang sangat baik. Karena sebagai perwakilan, nantinya Saya akan menerima semua pendaftaran umroh dan haji khusus KUM Indonesia di Kota Bandung. Pasar yang cukup besar! Apalagi kekhawatiran mengenai nanti bagaimana jika pengurusan jama’ah bermasalah dan sebagainya sudah bisa dihilangkan. Pengalaman Ziar Tours selama lebih dari 20 tahun tentu cukup menentramkan hati.

Info mengenai cara menjadi perwakilan cukup lengkap Saya dapatkan di situs www.kumindonesia.com. Dari segi modal, setidaknya dibutuhkan sekitar Rp.150 juta yang akan digunakan untuk modal membeli DP 30 paket umroh+9 paket haji plus. (Update: ternyata bisa dengan membeli DP 40 paket umroh saja).

Berniat untuk merealisasikan ini, maka Saya mau menawarkan peluang investasi untuk membantu Saya membuka perwakilan KUM Indonesia di kota Bandung. Slot investasi yang Saya buka adalah Rp 4 juta/slot (1 orang hanya bisa berinvestasi maksimal di 3 slot atau Rp 12 juta). Dengan perincian Rp. 3,5 juta untuk DP umroh (sudah pasti dapat jatah dan tidak akan hangus selamanya) dan Rp 500 ribu untuk operasional awal kantor perwakilan. Jadi sebenarnya, nilai investasinya hanya Rp 500 ribu karena yang Rp 3,5 juta akan dinikmati sendiri sebagai investasi akhirat alias berangkat umroh. Kalau sudah pernah umroh atau belum ada niat sama sekali untuk umroh, DP ini bisa dijual lagi atau diberikan ke orang lain. Begitu terjual lagi, maka Rp 3,5 juta akan langsung Saya kembalikan kepada investor yang bersangkutan. Karena syarat menjadi perwakilan harus membeli paket DP sebanyak 40, maka slot investasi yang Saya buka adalah sebanyak 40 juga.

Jika investasi ini sudah tercukupi semua, maka Saya akan memegang uang sebesar Rp 4 juta x 40 = Rp 160 juta. Rp 140 juta akan digunakan untuk membeli 40 paket (@ Rp 3,5 juta), Rp 20 juta akan digunakan untuk dana operasional awal kantor perwakilan, antara lain untuk menggaji karyawan, setup kantor, dan biaya promosi. Saya sendiri akan menginvestasikan Rp 5 juta, sehingga total dana yang digunakan untuk operasional awal sekitar Rp 25 juta.

Apa untungnya berinvestasi di sini?

Saya coba buat simulasi hitungannya. Jika berinvestasi Rp 4 juta, Rp 3,5 juta untuk DP umroh dan Rp 500 ribu untuk investasi operasional. Rp 500 ribu dibandingkan total kebutuhan dana untuk operasional (Rp 25 juta), berarti 500.000/25.000.000 = 2%. Nah, nilai 2% inilah yang akan dikalikan dengan net profit bulanan selama 1 tahun.

Dengan target net profit minimal Rp 5 juta/bulan, maka investor akan mendapatkan 2% x 5.000.000 = 100.000. Seburuk-buruknya operasional, misal tidak ada kenaikan net profit bulanan selama 12 bulan, maka investor akan mendapatkan 12 x 100.000 = 1.200.000. Artinya nilai ROI (Return of Investment) menjadi 500.000/1.200.000 = 41,67% per tahun alias BEP (Break Event Point) di bulan ke lima.

Kenapa tidak mencari investor tunggal, meng-cover Rp 160 juta?

Dengan model seperti ini, maka Saya langsung akan mendapatkan 40 calon jama’ah. Disamping itu, Saya juga coba menerapkan prinsip Lean Startup yaitu mencari calon customer sebelum benar-benar melaunching sebuah produk. Dengan demikian, Saya akan mengurangi risiko produk Saya ini (perwakilan KUM Indonesia untuk wilayah Bandung) tidak akan digunakan nantinya. Dan yang paling penting, dengan menggaet maksimal 40 investor, Saya berharap bisnis ini akan semakin barakah dan lancar karena didoakan langsung oleh 40 orang calon jama’ah. ^_^ *konsep ini sudah diterapkan oleh ust.Yusuf Mansyur di patungan usaha-nya*.

Kapan penawaran investasi ini akan ditutup?

Saya pribadi menargetkan sebelum Mei 2013 sudah mendapatkan seluruh kebutuhan investasi. Namun siapa tahu jika animonya baik, bisa lebih cepat dari itu. Jika sampai Mei 2013, belum semua kebutuhan investasi terpenuhi, maka Saya akan berunding dengan investor yang sudah masuk, apakah perlu diperpanjang periode penerimaan investasinya atau dihentikan dan semua dana investor akan dikembalikan 100%.

Jika tertarik dan membutuhkan penjelasan lebih jauh, jangan segan untuk menghubungi Saya di beberapa kanal berikut:

=======================================================================

FYI, insya Allah Selasa 9 April 2013 Saya akan ke kantor pusat KUM Indonesia di Graha ZIAR, Jl. KH Abdullah Syafi’ie no.33, Tebet, Jakarta Selatan untuk bertemu dengan owner dari Ziar Tours. Updatenya akan saya bagikan di blog ini. 

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

April 8, 2013 at 11:56 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] kelanjutan dari rencana penawaran investasi yang Saya tulis di sini, Saya coba lakukan riset lanjutan: mengunjungi kantor KUM Indonesia yang juga kantor Ziar Tours di […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: