#bijakfputranto

@bijakfputranto

Start Something That Matters

with one comment

image

Saya baru saja selesai membaca buku ‘Start Something That Matters‘ karya Blake Mycoskie, yang menceritakan kisah pribadi penulisnya membangun bisnis sepatu TOMS dengan model bisnis yang unik: One for One, yaitu setiap satu (pasang) sepatu terjual, maka satu (pasang) sepatu dipastikan akan diberikan kepada anak yang tidak punya sepatu di Argentina dan daerah lain di dunia.
TOMS sendiri mempunyai arti ‘tomorrow shoes‘. Konsep sepatu yang diusung adalah sepatu khas Argentina: Alpargatas. Blake mendapatkan inspirasi ini ketika dia melakukan kunjungan ke Argentina, dan merasa sepatu Alpargatas ini cocok untuk dipasarkan di Amerika Serikat.
Awal-awal membaca buku, Saya berpikir bahwa apa yang dilakukan Blake dan timnya tidak lebih dari sekedar strategi pemasaran. Namun setelah sampai di salah satu bab berjudul Giving as a Business Model, Saya baru memahami bahwa ini berbeda. Dengan konsistensi menggunakan konsep One for One, TOMS bisa menerapkannya di produk yang lain, yaitu kacamata; setiap satu kacamata (aksesoris) terjual, maka satu kacamata (baca) akan diberikan kepada yang membutuhkan namun tak sanggup membelinya.
Model bisnis ini kemudian menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama, yaitu menggabungkan konsep sosial dengan bisnis yang menguntungkan. Belakangan konsep ini dikenal sebagai Social Entrepreneurship.
Di Indonesia, belum banyak yang menerapkan konsep ini, meskipun yang mengklaim dirinya social entrepreneur lumayan banyak. Namun ada satu contoh bisnis yang Saya pikir juga start something that matters: gantibaju.com. Kebetulan Jumat kemarin Saya berkesempatan bertemu dan ngobrol langsung dengan foundernya, mas Aria Rajasa, di sharing session yang diadakan Freeware.
Model bisnis yang digunakan gantibaju.com, sebenarnya cloning dari threadless.com: mengundang desainer untuk mengirimkan desain sesuai dengan tema yang dikompetisikan, kemudian desain yang menang hasil voting akan dicetak di kaos & dijual. Desainer yang menang selain mendapat hadiah, juga royalti dari penjualan kaos. Semua orang tentu bisa mengadaptasi model bisnis yang diciptakan oleh threadless.com ini yang sudah teruji sepuluh tahun, namun yang membuat gantibaju.com sukses adalah eksekusinya. Ide yang sama, dieksekusi oleh orang yang berbeda, maka hasilnyapun akan beda. Dan dengan pengalamannya di industri kreatif, Aria Rajasa bisa memanfaatkan database desainer yang dimilikinya (sampai saat ini sekitar 35000 orang) dan mengembangkannya ke revenue stream yang lain. Salah satunya yaitu tees.co.id, yang masih seputar jualan kaos.
Satu benang merah antara TOMS dan gantibaju.com, adalah bahwa they are really doing something that matters, bukan sekedar jualan sepatu atau kaos. Mereka melakukan dua hal yang tidak dilakukan oleh bisnis kebanyakan: empowering & making differences.
Prediksi Saya, setelah ini akan bermunculan bisnis-bisnis baru yang mengusung konsep ini; dan memang sudah semakin banyak. Mereka mengusung cerita yang menginspirasi kita semua. Mereka bukan hanya pedagang, tapi storyteller yang baik.
Well, sambil membuat tulisan ini, Saya sedang berpikir bagaimana jualan beras bisa menerapkan konsep start something that matters, yang empowering dan making differences?

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

March 10, 2013 at 2:52 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. menarik kak secara bidang ini baru buatku 😀

    thomhertsiadari

    March 20, 2013 at 7:43 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: