#bijakfputranto

@bijakfputranto

Pengusaha, Jangan Buang Waktu!

with 2 comments

Sedikit cerita tadi pagi di Bank Mandiri Unpad. Jam 8 lewat sedikit Saya sudah sampai dengan maksud menutup rekening. Fyi, Saya punya 2 rekening mandiri: tabungan bisnis & tabungan biasa. Tabungan bisnis rencananya dipakai sementara, sebagai syarat peminjaman mesin EDC untuk @vntra. Untuk sementara tabungan bisnis pakai nama Saya sendiri sampai proses pendirian PT selesai.
Karena satu dan lain hal, mesin EDC belum jadi digunakan. Alhasil, tabungan bisnis jadi sia-sia karena tiap bulan mengurangi saldo Rp.10,000. Makanya Saya berencana menutup dulu tabungan bisnis & saldonya dialihkan ke tabungan biasa (yang sudah Saya punya sejak 2004).
Karena dapat antrian nomor 2, Saya sempat menunggu lebih dari 10 menit. Meskipun ada 3 posisi Customer Service, baru dua yang sudah datang: satu sedang melayani antrian nomor 1, satu lagi sedang ada mengurusi sesuatu Saya ga tahu apa itu.
Akhirnya tiba giliran Saya. To the point Saya sampaikan maksud ingin menutup rekening. Seperti biasa CS memang dilatih untuk mencegah penutupan rekening & mengkompori pembukaan rekening baru. Si CS seperti tidak terima alasan penutupan rekening Saya. Intinya si CS memberikan penjelasan panjang lebar (lebih dari 10 menit) tentang manfaat-manfaat tabungan bisnis dibanding tabungan biasa.
Di akhir, setelah meminjam KTP & mengecek kesesuaian data, akhirnya ditutup dengan kesimpulan “maaf pak, penutupan rekening hanya bisa dilakukan di cabang pembukaan rekening.”
Dalam hati Saya kesel juga, karena dari awal si CS sudah tahu kalau tabungan bisnis Saya dibuka di cabang Dayeuhkolot. Harusnya ga perlulah panjang lebar memakan waktu kalau memang akhirnya ga bisa dilanjutkan prosesnya. Apalagi karena Saya memang sedang terburu-buru.
Ada pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini, dari perspektif Saya tentunya:
pihak bank harusnya tidak sekedar menjual produk perbankan tanpa mengerti filosofi dari produk tersebut. Tabungan bisnis adalah produk perbankan khusus untuk pelaku usaha yang memerlukan beberapa tambahan fitur yang tidak ada di tabungan biasa, seperti detil pencatatan transaksi di buku tabungan. Namun ada yang terlupa, kalau memang tabungan bisnis untuk pelaku usaha, harusnya bank tahu persis bagaimana karakter pelaku bisnis yang membutuhkan efisiensi waktu. Kalau kata mas @pakarSEO, pengusaha boleh buang-buang uang asal jangan buang-buang waktu. Plis jangan membuang-buang waktu nasabah tabungan bisnis hanya untuk hal-hal yang tidak penting.
Ini teguran juga buat kita, hai pengusaha. Kalau diri sendiri ga bisa menghargai waktu, jangan harapkan orang lain bisa menghargai waktu kita.

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

August 7, 2012 at 10:41 pm

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. CS-nya tentu sudah dilatih Bank Mandiri 🙂

    Tidak ada yg suka kehilangan nasabah bukan :mrgreen:

    r10

    August 9, 2012 at 4:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: