#bijakfputranto

@bijakfputranto

Layanan Bibir

with 4 comments

1januari-035Dua hari yang lalu, di sebuah stasiun televisi, aku menyaksikan sebuah iklan layanan masyarakat dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Di iklan tersebut, sang Menteri-Jero Wacik– mengungkapkan rasa puasnya atas keberhasilan program Visit Indonesia 2008. Yang kemudian dilanjutkan dengan harapan semoga keberhasilan tersebut bisa dilanjutkan di program selanjutnya-Visit Indonesia 2009.
Sampai saat inipun, Aku masih belum paham, sebenarnya parameter apa saja yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program tersebut. Apakah dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia? Ataukah dari tingkat pendapatan negara dari sektor pariwisata? Ambigu dan membingungkan.
Pengalaman seminggu sebelumnyalah yang melandasi keraguanku atas kejujuran dan kebenaran iklan tersebut. Adalah objek wisata bernama Goa Tabuhan di Kabupaten Pacitan*, Jawa Timur yang menjadi situs singgahan libur panjangku kali ini-bersama keluarga. Keistimewaan goa ini adalah, stalaktit dan stalaknit yang tumbuh di dalamnya bisa ditabuh sehingga menghasilkan bunyi-bunyian yang menarik, mengalunkan irama, membentuk melodi.
Tapi ternyata ekspektasi itu harus kukubur dalam-dalam. Kondisi objek ini sungguh memprihatinkan, mengecewakan. Di pintu goa, Kami disambut beberapa orang yang menawarkan jasa penyewaan senter. Katanya lampu-lampu di dalam goa lagi mati. Aku sedikit berprasangka, jangan-jangan memang sengaja dimatikan. Sedikit masuk ke dalam, maka kau bisa membaca sebuah papan pengumuman yang mengatakan bahwa hanya petugas resmi yang boleh menabuh stalaktit dan stalaknit. Sedangkan kau tidak akan menemukan petugas resmi itu berada di sekitarmu. Belum lagi tukang parkir ilegal yang menarik ongkos, padahal di pintu gerbang utama, pengunjung sudah dikenakan retribusi parkir resmi.
Beberapa contoh tersebut bisa jadi hanya secuil bukti ketidakseriusan pemerintah menggarap sektor pariwisata. Ataukah memang pemerintah telah membuat semacam program pilih kasih yang menganaktirikan beberapa objek wisata dan menganakemaskan sebagian yang lain. Mungkin juga iklan tersebut telah dipolitisir mengingat pemilu yang semakin dekat. Kalau demikian, maka yang ada hanyalah sebuah kebohongan publik yang dikemas rapi dalam sebuah bingkisan layanan bibir(lip service-eng).
Semoga prasangka-prasangka yang belum terjawab ini tidak terbukti, sehingga harapan akan sektor pariwisata Indonesia yang mendunia bisa terwujud di kemudian hari. Jangan menyerah kawan. Harapan itu masih ada.

[*Pacitan merupakan daerah asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono]

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

January 5, 2009 at 7:11 am

Posted in Uncategorized

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hampir disemua obyek pariwisata seperti itu jak, terutama yang berada didaerah2 terpencil atau kota2 kecil.
    Dan memang seperti adanya semenjak dahulu, saya pernah berkunjung kesana sekitar 5 tahun yang lalu *lama beeng ya*, dan keadaanya tidak jauh berbeda dengan keadaan yang kamu ceritain.

    Semoga pernyataan pak menteri tadi memang benar adanya *saya juga kurang tahu pasti kebenarannya*. Semoga info mu bisa dibaca dan dijadikan evaluasi oleh semua pihak yang ingin memajukan Indonesia ini.

    aerapianggis

    January 5, 2009 at 8:52 am

  2. ^o gitu ya..
    tapi tulisanku yang selanjutnya,membuktikan kalo apa yg disampaikan pak mentri budpar itu-maaf- bohong belaka
    wallahua’lam..

    bijakfajar

    January 5, 2009 at 2:45 pm

  3. layanan bibir? jadi ga familiar judulnya… 😀
    lebih enak kalau dengernya, lips service 😀 V

    HAMMAM ABDILLAH

    January 6, 2009 at 10:02 pm

  4. ^tak kenal maka tak sayang

    bijakfajar

    January 7, 2009 at 1:26 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: