#bijakfputranto

@bijakfputranto

Takbir Yang Dinanti

with 7 comments

takbirAda suatu perasaan yang menggelora di hati Ivan. Ketika petang itu, sehabis melaksanakan shalat Maghrib berjama’ah, takbir berkobar-kobar di segenap sudut kota. Penurut penanggalan qomariyah, pergantian tanggal memang dimulai ketika adzan maghrib berkumandang. Dan malam itu adalah malam tanggah 10 Dzulhijjah. Dimana umat Islam merayakan hari Idul Adha.

Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar…
Laa ilahaillallah huwallahu akbar…
Allahu akbar walillahilhamdu….

Ivan mengikuti takbir yang dipimpin imam Masjid An-Nur dengan suara lirih, penuh penghayatan. Ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Meletup-letup. Membahana. Luar biasa. Begitulah selalu, setiap Ivan mendengar takbir digelorakan. Ada sejarah dibalik kecintaan Ivan terhadap takbir. Kata ibunya, Ivan memang dilahirkan saat malam takbiran. Selain itu, semenjak kecil, ayahnya memang suka sekali mengajak Ivan pergi takbiran bersama masyarakat sekitar rumahnya, berparade keliling kampung sambil membawa obor. Itulah kenapa sampai saat ini, Ivan, seolah-olah, sangat terobsesi dengan suara takbir. Mungkin hampir sama dengan kecintaan Ari, temannya, pada lagu-lagu Jepang.

Ivan bersyukur karena tahun ini masih bisa berqurban lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil menabungnya selama satu tahun, Ivan bisa memperoleh domba kelas B. Setidaknya tahun ini ada peningkatan, karena selama tiga tahun sebelumnya, Ivan hanya mampu membeli domba kelas A. Dan Ivan sudah bertekad, bahwa besok, ia harus menyembelih sendiri hewan qurbannya. Karena memang begitulah Sunnahnya. Lebih utama dari segi pahala.

Ada satu hal lagi yang membuat tahun ini serasa berbeda. Karena tepat tanggal 1 Muharram nanti, Ivan akan mengakhiri masa lajangnya. Menggenapkan separuh dien, menikah. Perasaannya semakin tidak menentu, membayangkan bagaimana prosesi akadnya, pesta walimahan, dan hari-hari setelahnya. Seorang yang benar-benar baru akan hadir dalam hidupnya. Menjadi pendamping setia, penyejuk mata, penentram jiwa. Semakin dipikirkan, semakin Ivan merasa khawatir jika nanti tidak berjalan dengan semestinya.

Momen itu sangat berharga bagi Ivan. Jauh lebih bernilai dibanding ketika namanya dipanggil sebagai ‘Wisudawan Terbaik’ saat wisuda bulan Juli yang lalu. Ketika itu ia maju ke depan panggung Gedung Serba Guna dengan langkap tegap, sementara orang tuanya memandang dari barisan kursi paling depan dengan berlinang air mata, terharu. Atau saat namanya dipanggil sebagai ‘Juara I Kontes Robot Mini Indonesia’. Saat itu, seluruh teman-temannya juga para dosen meneriakkan namanya dari barisan bangku penonton.

Saking berharganya momen itu, Ivan sampai harus membuat sendiri skenarionya. Ia akan menjadi sutradara yang mengatur jalannya momen itu. Setiap detil ia perhitungkan, jangan sampai ada yang tertinggal. Setelah semuanya terasa matang, barulah ia mencoba mengadakan simulasi bersama sahabat-sahabatnya.

Momen itu sebenarnya sangatlah sebentar. Tidak lebih dari lima detik bahkan. Tapi mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Itulah mengapa ia merasa bahwa momen itu harus berjalan sempurna. Momen itu tiba beberapa saat setelah…..

seorang didepannya mengatakan,”Sah. Alhamdulillahirabbil ‘alamin…” beberapa detik setelah Ivan mengucapkan “Saya terima nikahnya, Tri Annisa Fitriani binti Imam Pribadi, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”.

“Allahu akbar!!!!!” takbir pun meledak di masjid itu.

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

December 14, 2008 at 7:42 am

Posted in Fiction

Tagged with , ,

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Abis belajar, langsung exekusi nih…
    Berlatih terus Jak…
    SEMANGAT!!

    HAMMAM ABDILLAH

    December 15, 2008 at 12:51 am

  2. Bijak, ini kisah nyata atau fiksi? berasa baca novel karangan kang Abik. 😀

    arunamemangmanis

    December 15, 2008 at 8:14 am

  3. @HAMMAM ABDILLAH
    belajar nulis atw blajar takbir atw blajar nikah??? ^_^

    @arunamemangmanis
    fiktif koq.cuma memang terinspirasi dari beberapa kisah nyata yang terserak…

    bijakfajar

    December 16, 2008 at 5:11 am

  4. saingan ma kang abik jak?:D

    keren2….asik2 ada blog yg nyedian cerpen secara cuma2 dan gratisan :)…

    aerapianggis

    January 7, 2009 at 7:16 am

  5. ^ah…saiah mah masih newbie…kudu banyak belajar

    bijakfajar

    January 7, 2009 at 1:37 pm

  6. Cara penulisannya bagus Mas. Tp lebih bagus lagi klo lebih sedikit deskriptif. Hehe

    emeld

    July 10, 2009 at 6:09 am

  7. ^terima kasih… 🙂

    bijakfajar

    July 10, 2009 at 9:56 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: