#bijakfputranto

@bijakfputranto

Studying Philosophy In Different Way

with one comment

Belakangan, saya mulai tertarik untuk belajar filsafat. Mungkin karena lebih banyak waktu luang, jadi lebih banyak waktu buat mikir(-bukan ngelamun-). Kebanyakan, lebih mikirin tentang hakekat kehidupan. Ternyata dengan lebih mengerti hakekat hidup dan kehidupan, kita jadi semakin bisa menghargai dan memaknai setiap detik waktu yang kita lewati. Ketika kita paham akan pasti hadirnya kematian, maka kita akan lebih berusaha memanfaatkan hidup untuk hal-hal yang lebih berharga.

Tokoh-tokoh filsafat, seperti Plato, Socrates dan Aristoteles, sudah menuangkan pemikirannya dalam buku-buku literatur, yang biasa digunakan di kuliah Jurusan Filsafat. Masalahnya, buku-buku tersebut bagi orang nonjurusan filsafat akan terasa sangat berat. Jostein Gaarder menjawab masalah tersebut.

Lewat novelnya yang berjudul ‘Sofie’s Verden’, Gaarder yang merupakan dosen filsafat asal Norwegia mengajak kita untuk belajar filsafat dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Novel ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1991, dan menjadi International Best Seller sepanjang tahun 1995. Hingga saat ini sudah diterjemahkan kedalam lebih dari 30 bahasa di seluruh dunia. Di Indonesia, novel ini dikenal dengan judul ‘Dunia Sophie’.

Saya sendiri belum membaca seluruh isi buku ini, karena memang membutuhkan waktu untuk mencerna kedalaman makna pemikiran yang disajikan dalam novel ini. Dari total 35 bagian, saya baru menamatkan 1 bagian pertama, yang berjudul Taman Firdaus-pada suatu titik, sesuatu pasti berasal dari ketiadaan-. Disini, kita diajak untuk merenungi asal mula kejadian penciptaan. Segala sesuatu pasti berasal dari tidak ada, kecuali Tuhan.

Belajar filsafat, memang membutuhkan banyak rambu-rambu, karena kita dipaksa untuk lebih mengoptimalkan akal kita. Tapi sebagai manusia, kita tentu tidak bisa terlalu menjangkau logika alam gaib. Dan yang pasti, jangan sampai kita terjebak kedalam hal-hal yang menyinggung keimanan. Tetap saja kita perlu pagar keimanan yang bisa tetap mengarahkan kita di jalan yang benar: mengurai makna hidup tanpa kehilangan esensi manusia-dan jin-hidup, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

October 15, 2008 at 9:54 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] a comment » Rasanya semakin menyenangkan mempelajari filsafat dari novel Dunia Sophie. Sudah dua bab saya baca, yaitu Taman Firdaus dan Topi Pesulap. Masih menceritakan tentang Sophie, […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: