#bijakfputranto

@bijakfputranto

Wisata Spiritual atau Petualangan Nafsu?

with 5 comments

Gunung Kemukus

Gunung Kemukus

Indonesia, khususnya daerah Jawa, memang kental dengan kepercayaan-kepercayaan mistis. Hal ini merupakan peninggalan dari zaman kerajaan-kerajaan tempo doeloe. Hal ini semakin diperkuat dengan dukungan media, khususnya televisi, yang gemar menayangkan tontonan-tontonan yang bernuansa alam gaib. Belum lagi film-film yang muncul di bioskop, mengakibatkan semakin terbodohinya masyarakat. Memang, sebagai insan beriman, kita wajib mengimani hal-hal yang tidak kasat mata. Karena memang begitulah Allah menciptakan keseimbangan kehidupan:gaib dan nyata. Hanya saja, ketika alam gaib terlalu mendapatkan perhatian yang berlebihan, beginilah kondisi masyarakat kita: anak-anak menjadi penakut, bahkan yang paling parah jika kesyirikan merajalela.

Dari Media Indonesia tertanggal 20 Agustus 2008, terdapat sebuah reportase tentang Gunung Kemukus yang terdapat di Desa Barong, Kabupaten Sragen. Bukan tentang gunungnya, tapi apa yang terjadi di gunung tersebut. Bahwa, setiap malam Jum’at Pon dan kliwon di tiap bulan Gunung Kemukus menjadi tempat ziarah bagi ribuan masyarakat. Konon kabarnya, ziarah ke makam Pangeran Samodra dan istrinya yang berlokasi di tengah-tengah Waduk Kedungombo tersebut dilakukan agar semua tujuan hidup terwujud. Ini adalah satu bentuk kesyirikan yang sangat nyata. Bagaimana mungkin, seorang yang sudah meninggal bisa mengabulkan segala keinginan. Yang sudah pasti diuntungkan adalah Dinas Pariwisata Sragen dan warga di sekitar kawasan ini, karena bisa memanen keuntungan dari berdatangannya para ‘wisatawan spiritual’ ini. Untuk menyeberangi Waduk Kedungombo dengan perahu saja, dikenakan ongkos Rp.2000/orang. Belum lagi karcis masuk ke kawasan ini yang seharga Rp.4000/orang.

Legendanya, Pangeran Samodra merupakan keturunan salah seorang Raja Jawa. Pangeran dan salah seorang selir Raja saling jatuh cinta hingga terjadi perselingkuhan. Akibatnya, Raja murka dan mereka melarikan diri ke Kemukus. Kata salah seorang juru kunci, Pangeran Samodra pernah berkata”Siapa pun yang ingin terkabul keinginannya datanglah ke sini mengikuti jejakku”.

Yang semakin tidak bisa diterima akal sehat, prosesi ritual ziarah ini juga harus dilengkapi dengan hubungan seks, dengan alas an mengikuti apa yang dianjurkan Pangeran Samodra. Nah, kalau sudah begini, para perempuan nakallah yang paling diuntungkan. Jangan-jangan, ziarah merupakan dalih agar bisa menyalurkan nafsu seksual.Karena dari sumber yang lain, disebutkan versi lain dari sejarah Pangeran Samudro. Masyarakat semakin dibodohi oleh kepentingan oknum-oknum tertentu yang ingin meraup keuntungan dari kepercayaan masyarakat terhadap alam gaib.

.::Wallahua’lam::.

Advertisements

Written by Bijak F. Putranto

August 21, 2008 at 10:03 am

Posted in Uncategorized

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. terakhir ke kedungombo tu umur 6 tahun….. sekarang dah kayak apa yha….

    bagusrully™

    August 21, 2008 at 10:52 am

  2. ga tau mas…
    aq aja belum pernah kesana ^_^
    thanks for coming…

    bijakfajar

    August 21, 2008 at 11:28 am

  3. Dah pernah kesana mas. Bagus lho. Piye ki lab wireless kok sepi pengunjung. Asistennya pada kemana mas??

    suryopranoto

    August 22, 2008 at 11:05 pm

  4. ^kapan2 aq juga pengen nyobain ke sana…
    aq uda ngundurin diri dari asisten wireless…

    bijakfajar

    August 24, 2008 at 6:26 am

  5. maudong kesana ada yang bisa mengantarkan saya tidak…

    sukma

    April 17, 2009 at 3:11 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: