.::The Bijaksana Institute::.

Centre for Idea Incubator

Buah Tangan Dari Palestine

with 11 comments

picture-035Biasanya setiap kita pulang dari mengunjungi suatu tempat, ada sedikit oleh-oleh yang bisa kita bagi kepada sanak saudara, kerabat, dan sahabat. Bentuknya bisa berupa apa saja. Maka tidak ada salahnya Saya sedikit membagi buah tangan dari kunjungan Saya ke (Konser Amal & Malam Ekspresi) Palestine Senin malam yang lalu(26 Januari 2009). Acara yang diadakan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestine(KNRP) di Sasana Budaya Ganesha(Sabuga) ini memang dimaksudkan untuk menggalang dana bagi rakyat Palestine yang menderita akibat ulah biadab Zionis Israel yang menggempur Gaza selama 22 hari. Hasilnya memang luar biasa. Tiga jam acara digelar, terkumpul dana sekitar 1 Milyar 89 Juta sekian rupiah.

Sebelum memasuki gedung Sabuga, pengunjung sudah disuguhi oleh aksi teatrikal yang menggambarkan kebiadaban militer Israel melawan kegigihan juang pasukan HAMAS.

picture-034

Pintu Masuk Sabuga yang menjadi panggung teatrikal

Masuk lebih dalam, maka pengunjung akan mendapati pameran poster dan photo yang menggambarkan kondisi di Gaza selama 22 hari invasi Israel.

Seorang bapak sedang menghayati poster

Seorang bapak sedang menghayati poster

Sekitar pukul 20:30, barulah tamu yang ditunggu-tunggu hadir, yaitu Ketua MPR-Hidayat Nur Wahid-, Gubernur Jabar-Ahmad Heryawan-, & sesepuh di Jawa Barat-Hilmi Aminudin-. Acara memang mengalami keterlambatan 1,5 jam dari yang dijadwalkan sebelumnya.

Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Hilmi Aminudin

Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Hilmi Aminudin

Tanpa menunggu lebih malam lagi, acara langsung dimulai dengan senandung ‘We Will Not Go Down’ dari grup yang Saya lupa namanya ^_^.

"We will not go down..in the night, without a fight..."

"We will not go down..in the night, without a fight..."

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan, puisi, nasyid, lelang barang, dan pengumpulan dana dari para pengunjung. Ternyata pengunjung acara ini tidak hanya dari kalangan dewasa, bahkan balitapun dilibatkan.

Dua bocah yang juga tampak menikmati acara ^_^

Dua bocah yang juga tampak menikmati acara ^_^

Sekitar jam setengah 12 acara berakhir. Apalagi yang diincar oleh seorang Exist(bukan narsis kata seorang teman) seperti Saya selain mencari-cari kesempatan mengambil gambar tokoh dan photo bareng tokoh. Hasilnya cukup menggembirakan. Tidak sia-sia menunda kepulangan padahal sudah merasa ngantuk. Hidayat Nur Wahid & Hilmi Aminudin berhasil tertangkap kamera dari jarak yang sangat dekat. Lainnya, Ahmad Heryawan & Ebith Beat A harus bangga berphoto bersama Saya :-p

picture-065

Hidayat Nur Wahid

picture-066

Hilmi Aminudin

Gubernur Jawa Barat-Ahmad Heryawan-(kanan) bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto-(kiri)

Gubernur Jawa Barat-Ahmad Heryawan-(kanan) bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto-(kiri)

Nasyid Rapper-Ebith Beat A- bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto

Nasyid Rapper-Ebith Beat A- bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto

Semoga apa yang Saya bagi ini bisa menjadi penghibur hati rekan-rekan yang tidak sempat hadir. Mohon maaf apabila ada yang *cape dee…* Piss!!

Allahu Akbar!!!!

Written by bijakfajar

February 1, 2009 at 11:52 am

Duka Nestapa Seorang Bujang

with 17 comments

Malang nian nasib orang yang, oleh Allah, dicabut dari hatinya keinginan untuk beramal, berbuat baik. Sebagai suatu yang saling menggantikan, jika tidak berbuat baik, maka bisa dipastikan akan berlaku negasinya, berbuat buruk. Karena tidak mungkin tindakan bersifat netral. Pasti satu diantara dua pilihan, baik atau buruk. Ibadah atau maksiat. Manfaat atau madharat.

Jika menikah adalah salah satu ranting dari pohon ibadah, maka keinginan untuk menikah adalah salah satu wujud keinginan untuk berbuat baik. Masalahnya, itulah yang akhir-akhir ini hilang dari hatiku. Bisa kukatakan bahwa ia telah hilang, karena ia pernah tersimpan di hatiku semenjak semester 4 sampai menjelang aku menyelesaikan semester 8. Ini serius. Bahwa keinginan itu sudah lama ada. Hanya saja tinggal menunggu restu orang tua yang akan ada ketika aku telah mampu menafkahi. Perkara kemampuan untuk menafkahi, ternyata masih dipandang sempit oleh sebagian besar orang, bahwa ia haruslah melewati tahap lulus kuliah kemudian bekerja. Namun sebagai anak yang berbakti dan tidak ingin dianggap durhaka pada orang tua, maka akupun berusaha tegar menjalaninya.

Anehnya, ketika saat ini satu tahap telah kulewati(baca:lulus kuliah), dan aku memiliki kesempatan untuk segera berpenghasilan(baca:mencari kerja), aku malah memilih untuk menunda itu, menempuh jalan memutar yang lebih jauh untuk sampai di tempat tujuan. Ah, kemana perginya keinginan untuk beribadah itu?

Salim A Fillah, dalam bukunya ‘Gue Never Die’, pernah menyebutkan bahwa hanya ada dua alasan seorang lelaki menunda menikah. Pertama, karena banyak maksiat. Kedua, diragukan kejantanannya. Kalau aku boleh memilih antara dua alasan itu, aku memilih untuk tidak pada kedua-duanya. Sungguh pilihan yang sulit, kawan.

Sekarang Aku hanya memiliki satu pilihan.  Perbaiki amalan, kurangi kealpaan. Sungguh aku tak ingin menjadi seburuk-buruk mayat, yang ia adalah mayat seorang bujang(Al-Hadits). Tak lupa berdoa, smoga diberi ketegaran jiwa. Sampai saat itu tiba, ku akan sabar menantinya. Satu renungan dari seorang saudara:‘Rendahkan hati, tinggikan mutu’. Semoga ini juga menginspirasimu, teman. Allahu akbar!!!

Written by bijakfajar

January 26, 2009 at 6:11 am

Saatnya Hijrah

with 13 comments

555753616_03479bd7751Hijrah, bukanlah suatu hal yang luar biasa bagiku. Tentunya dengan definisi hijrah dalam arti sempit, yaitu berpindah secara fisik. Setidaknya, sampai saat ini, ketika Aku sudah berusia 22 tahun menurut tahun masehi dan 23 tahun menurut tahun hijriah, Aku sudah berkali-kali mengalami pindah kediaman.

Sedikit berbagi perjalanan kehidupan. Aku dilahirkan di Pasuruan, Jawa Timur. Menginjak usia 1,5 tahun Aku-dan keluarga tentunya- pindah ke Tarakan, Kalimantan Timur. Memasuki umur 4 tahun, Bandung-Jawa Barat- menjadi tempat tinggal Kami. Tidak terlalu lama, memasuki usia TK-nol besar- Kami sekeluarga pindah ke Padang, Sumatera Barat. Empat tahun kemudian, Kami berpindah ke Medan, Sumatera Utara. Lalu, ketika aku masuk tingkat SMP,-untuk yang terakhir kalinya- Kami sekeluarga dipindahkan ke Semarang, Jawa Tengah. Sampai saat ini, setiap Aku ditanya “Asalnya mana?”, maka bisa dipastikan jawabanku adalah “Semarang.” Walaupun Aku sekarang telah menjadi penduduk kota Bandung(lagi)-demi menuntut ilmu- orang tua(dan adikku) masih tinggal di Semarang. FYI, kedua orang tuaku(dulunya) adalah pegawai salah satu BUMN yang mengurusi bidang telekomunikasi(halah, bilang aja TELKOM!).

Kebiasaan nomadenku, ternyata masih tetap berlanjut sampai saat ini. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 17, 2009 at 4:08 pm

Posted in Stuff, experience, hobbies

Patroli Terik Hari

with 6 comments

Sepertinya bakal jadi agenda rutin yang akan Saya lakukan setiap tiga bulan sekali, insya Allah. Yaitu melakukan patroli ke semua link yang ada pada blogroll. Kalau istilah umumnya blogwalking. Selain untuk tetap menjaga silaturahim dengan temen-temen blogger, juga agar bisa diketahui dengan segera rumah mana saja yang memang sudah ditinggalkan penghuninya.

Inspeksi kali ini adalah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, Saya juga sudah membuat laporan tertulisnya di sini. Aturan mainnya masih tetap sama, yaitu blog yang sudah tidak di-update lagi dalam kurun waktu enam bulan(terakhir posting tanggal 17 Juli 2008), maka akan dengan segera disingkirkan dari blogroll. Maap, bukan maksudnya ngusir, tapi emang baiknya segera menyingkir! ^_^

Nah, setelah beberapa jenak melakukan pemeriksaan, ini dia beberapa blog yang harus tereliminasi:

  • Akhmad Deniar PK [http://www.deniar.net/]–>domainnya expired
  • Dela Arundina [http://zenletion.wordpress.com/]–>terakhir posting 5 Mei 2008
  • Hary Haryono [http://bosshary.blogdetik.com/]–>blognya dihapus sama empunya
  • Kurnia Rizqiani [http://rizqianie.wordpress.com/]–>terakhir posting 12 Mei 2008
  • Mirza Akhena [http://mirkenken.wordpress.com/]–>terakhir posting 15 Mei 2008
  • Riza Dwi [http://rizainside.wordpress.com/]–>terakhir posting 11 Juli 2008
  • Ratri Priyandewi [http://gerbanglogikaku.blogspot.com/]–>terakhir posting 2 Juni 2008
  • Wiwit Setiadi [http://kangmaswiwit.wordpress.com/]–>terakhir posting 30 Mei 2008
  • Yudi Maryanto [http://firstyuyu.wordpress.com/]–>terakhir posting 30 Juni 2008

Ah, akhirnya selesai juga. Walaupun ini termasuk kategori tulisan ‘ga penting’, tapi setidaknya ini menyulut Saya untuk bisa lebih istiqomah dalam menulis. Atau bisa dibilang postingan kali ini cuma untuk mengisi waktu luang di Sabtu siang. Emang! :-D

Written by bijakfajar

January 17, 2009 at 2:36 pm

Posted in experience

Tagged with , , ,

New Session of My Life

with 12 comments

1januari-075Ibarat film seri yang dipartisi menjadi beberapa session, seperti itulah juga kehidupan. Ada momen-momen yang bertindak sebagai sekat antar episode. Kehidupan, kematian, pernikahan, perceraian, dan lain sebagainya. Bagi seorang muslim yang diwajibkan mencari ilmu, maka kenaikan jenjang di institusi formal bisa juga menjadi salah satunya, walaupun kewajiban itu tidak selalu harus digugurkan di lembaga formal.

Maka inilah hidupku. Yang baru saja memasuki tahapan baru pendidikan formal, pascasarjana atau es-dua. Diterima di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia(konon yang terbaik di Indonesia menurut beberapa survey)-Institut Teknologi Bandung(ITB)-, di program studi yang sama sekali berbeda dengan yang pernah kutempuh sebelumnya-Master of Business Administration(MBA).

Maka ku akan belajar dari kesalahanku sebelumnya. Yang tidak mengikat ilmu dengan menuliskannya. Insya Allah, di episode baru hidupku-juga hidup blog ini- akan ada beberapa seri tulisan tentang ilmu yang kudapat di ruang kelas. Stay tuned!

Written by bijakfajar

January 16, 2009 at 10:31 am

Posted in MBA ITB

Tagged with ,

Subjektifitas Judul

with 3 comments

Tulisan Saya yang sebelumnya terpaksa harus diganti judul, karena ada beberapa jaringan kampus yang tidak bisa menerima. Awalnya Saya menamai tulisan Saya: ‘Kebohongan Publik Yang Telanjang’. Penggunaan kata ‘telanjang’ umumnya langsung mengimajinasi kita pada arti yang sebenarnya. Sehingga bagi sistem yang membaca, langsung menginterpretasikan tulisan Saya masuk kategori tulisan jorok, seronok, dan sebagainya. Hohoho, ini termasuk salah satu konstrain teknologi yang ternyata belum bisa 100% menyamai kecerdasan otak manusia.

Saya beruntung memiliki teman-teman yang begitu perhatian pada Saya dan tulisan-tulisan Saya. Sehingga dari teguran via plurk, akhirnya Saya tahu bahwa beberapa sistem jaringan menolak memberikan akses masuk pada tulisan Saya ini. Hingga sampailah pada keputusan memperhalus judul menjadi ‘Kebohongan Publik Yang Terang Benderang’. Semoga tidak mengurangi kenyamanan membaca. Enjoy!

Written by bijakfajar

January 6, 2009 at 11:36 am

Posted in Al Fikr

Kebohongan Publik Yang Terang Benderang

with 4 comments

visit-indonesia-year-2008Baru beberapa saat setelah Aku mem-posting tulisan mengenai pariwisata Indonesia, tak dinyana kudapati referensi yang-semoga-bisa melengkapi beberapa argumenku sebelumnya. Tepatnya di halaman pertama harian Suara Merdeka tertanggal Senin, 5 Januari 2009 pada sebuah artikel berjudul ‘Menggairahkan Pariwisata’.
Disana disebutkan bahwa dalam Travel and Tourism Competitiveness Index 2008, World Economy Forum (WEF) menempatkan Indonesia di urutan ke-80, turun dua puluh peringkat dari tahun sebelumnya(2007-red). Artikel tersebut juga membandingkan Indonesia dengan tiga negara tetangga: Singapura(peringkat ke-16), Malaysia(peringkat ke-32), dan Thailand(peringkat ke-42). Peringkat tersebut didapatkan dari penilaian tiga aspek, yaitu regulasi, iklim usaha, dan infrastruktur. Dari nilai maksimal yang dipatok pada angka 7, Indonesia hanya berhasil meraih poin 3,70. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 3:09 pm

Posted in Al Fikr

Layanan Bibir

with 4 comments

1januari-035Dua hari yang lalu, di sebuah stasiun televisi, aku menyaksikan sebuah iklan layanan masyarakat dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Di iklan tersebut, sang Menteri-Jero Wacik- mengungkapkan rasa puasnya atas keberhasilan program Visit Indonesia 2008. Yang kemudian dilanjutkan dengan harapan semoga keberhasilan tersebut bisa dilanjutkan di program selanjutnya-Visit Indonesia 2009.
Sampai saat inipun, Aku masih belum paham, sebenarnya parameter apa saja yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program tersebut. Apakah dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia? Ataukah dari tingkat pendapatan negara dari sektor pariwisata? Ambigu dan membingungkan. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 7:11 am

Posted in Al Fikr

Early Warning System

leave a comment »

1januari-014Dalam sebuah perjalanan pasti terdiri dari potongan-potongan peristiwa. Ada yang menarik, ada yang biasa saja. Di perjalanan Semarang-Bandung yang kutempuh pada tanggal 24 Desember lalu, ada sebuah peristiwa yang kau bisa menilai sendiri, menarikkah atau biasa saja.
Tepatnya di Kabupaten Sumedang, aku mendapati keramaian yang membuat aku penasaran dan menghentikan sejenak perjalanan. Ternyata, dari sebuah lubang di tepi jalan, menyemburlah dengan derasnya air segar. Seperti yang kau lihat di gambar yang sempat kuabadikan-meskipun gambar ini tidak mungkin abadi- semburan air tersebut cukup membuat para pengguna jalan sedikit terganggu. Untungnya lalu lintas saat itu tidak terlalu ramai.
Ketika kusapa salah seorang bapak yang sepertinya adalah seorang petinggi kampung itu, kudapatkan informasi bahwa semburan itu berasal dari pipa saluran air yang patah. Sedangkan penyebab patah itu sendiri belum diketahui, apakah karena faktor manusia atau disebabkan tangan alam.
Aku jadi teringat semburan lumpur di Porong, Sidoarjo. Dan baru-baru ini juga mulai muncul di Gresik. Aku tidak sanggup membayangkan kalau-kalau daerah itupun ikut tenggelam. Kisah-kisah lama jaman kenabian juga mulai mengusik pikiranku: umat Nabi Nuh, kaum Samud, kaum Sodom, kaum ‘Ad. Ditambah, ketika tulisan ini dibuat, telah terjadi tiga gempa di tiga lokasi berbeda-Manokwari, Manado, dan Aceh- dalam rentang waktu kurang dari 48 jam.Adakah ini merupakan azab dari Yang Maha Kuasa? Disebabkan kelalaian yang dilakukan manusia, maka Allah mendahulukan siksanya di dunia.
Semoga dengan yang kecil ini, kita langsung tersadar untuk segera mengintrospeksi diri. Agar tidak lebih besar lagi azab dunia yang diturunkan Allah kepada kita. Anggaplah ini sebuah Early Warning System, sebagai sebuah anugerah bagi hamba Allah yang masih mau bertobat.

Astaghfirullah…..

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 6:53 am

Posted in experience

Jagal Amatir

leave a comment »

1januari-002Pengalaman pertama merupakan perhiasan yang sangat berharga. Umumnya jauh lebih bernilai daripada pengalaman kedua, ketiga, atau seterusnya. Ambillah contoh, ‘malam pertama’, yang merupakan momen istimewa dimana seseorang memulai kehidupan barunya setelah memasuki jenjang pernikahan. Pernahkah Kau mendengar keistimewaan malam kedua, kesepuluh, keseratus, atau bahkan keseribu dari sebuah kehidupan pernikahan?
1januari-0063Maka itu, ijinkan Aku berbagi pengalaman pertama, saat Aku menjadi perantara dicabutnya nyawa seekor domba. Pagi itu, 8 Desember 2008, bertepatan dengan hari Idul Adha 1429H. Setelah empat tahun lamanya Aku memendam gejolak itu, akhirnya tiba juga saatnya. Menyembelih sendiri domba itu, sebagai penyempurna ibadah qurbanku. Terdata sebagai domba dengan nomor absen 57, ajalnya tiba jauh lebih cepat dari yang dibayangkannya. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 6:24 am

Posted in experience