Archive for the ‘Resensi’ Category
Maradona: The Hand Of God
Dari judulnya, kamu pasti uda tau tentang apa film ini bercerita. Berdurasi sekitar 2 jam, film ini memang menghadirkan ketokohan Maradona sebagai seorang legendaris persepakbolaan dunia. Alur yang digunakan juga bolak-balik, artinya tidak runut waktu kejadian.
Di film ini juga mencuplik beberapa video aksi Maradona ketika mencetak gol, khususnya gol kontroversialnya ketika perempat final Piala Dunia 1986 di Mexico ketika melawan TimNas Inggris. Gol yang dihasilkan oleh tangan itu, yang kini dikenal dengan The Hand Of God (tangan Tuhan).
Tidak lupa, kasus-kasus Maradona dengan dunia narkotika. Masalah kecanduannya sampai dilarangnya Maradona untuk menyelesaikan pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 1994 di AS, karena terbukti menggunakan doping. Tentang kasus ini, di film ini diceritakan bahwa Maradona dijebak, karena dia sendiri tidak sadar telah menggunakan ‘obat kuat’ tersebut. Read the rest of this entry »
American Crude
Film bergenre komedi ini bisa dijadikan hiburan di tengah kepenatan selepas kerja seharian. Dengan gaya khas Amerika(baca:sex)-memang sesuai dengan judulnya-, film ini memberi hikmah tentang bahayanya keserakahan.
Film ini mengisahkan tentang Johnny(Ron Livingston) yang mengharapkan wanita idamannya dan uang banyak dengan jalan yang tidak benar. Hingga di akhir cerita Johnny harus mendekam di dalam penjara. Walaupun inti ceritanya demikian, tapi film ini juga menghadirkan cerita-cerita pendukungnya, sehingga tidak nampak terlalu datar jalan ceritanya.
Ada kisah tentang ayah Johnny yang merupakan penyalur gadis-gadis WTS. Adapula cerita tentang seorang cewek buronan yang membalas dendam terhadap seorang mucikari yang tidak lain adalah atasan ayah Johnny. Belum lagi kisah seorang waria yang disewa Johnny untuk menggagalkan pernikahan sahabatnya.
Walaupun tidak bisa dibilang perfect, setidaknya Saya bisa memberikan three stars(cukup bagus) untuk film ini. Dengan beberapa kegaringan yang dikombinasikan dengan jalan cerita yang kadang unpredictable, saya bisa bilang “Lumayanlah sebagai hiburan yang memberi hikmah”.






