.::The Bijaksana Institute::.

Personal Knowledge Center

Archive for the ‘experience’ Category

Tizi, kenikmatan tersendiri

without comments

Bandung merupakan kota yang sangat kaya dengan aneka variasi kuliner. Mulai dari yang kelas kaki lima sampai bintang lima, semua tersedia di bandung. Salah satu pilihan yang mungkin boleh kamu coba adalah Tizi. Bukan bermaksud promosi, tetapi inilah salah satu catatan petualangan kuliner di kota Bandung. Bukan juga dengan niat ingin menjelajahi penganan sekota Bandung, tapi lebih tepatnya karena terpaksa. Terpaksa karena ditraktir dua orang teman yang sedang berulang tahun. (For Fajar & Iston, thanks a lot bro!!)

Tizi berlokasi di bilangan simpang Dago, yang merupakan perempatan jalan merupakan perpotongan jalan Dipati Ukur dan Jl.Ir. Djuanda. Dari simpang Dago, kamu teruskan saja menuju Utara. Kurang lebih 100-200 meter, kamu bakal menemukan belokan jalan ke kiri, kalau tidak salah persis di sebelah kantor PDAM. Nah, kamu masuk saja jalan itu kurang lebih 50 meter, Tizi ada di kiri jalan dengan tempat parker yang cukup luas.

Tizi yang katanya sudah berdiri sejak jaman Belanda, memang bertempat di sebuah bangunan tua khas rumah Belanda. Di sini kamu bisa menikmati aneka steak, pizza, salad, dan makanan & minuman yang ‘berbau tempo doeloe’ atau mungkin masih membawa ciri khas keBelandaannya.

Ruangannya yang diterangi lampu kuning , membawa kesan romantis dan menenangkan. Cocok banget buat kamu yang sudah berkeluarga untuk membawa pasangan (dan anak, bagi yang sudah punya). Bagi pasangan  yang belum menikah, sebaiknya nikah dulu  (supaya lebih berkah menikmati hidangan berdua ^_^). Kalau yang masih kuliah (seperti Saya), lebih asyik kalau bareng teman-teman, apalagi kalau gretongan :p

Kalau menurut Saya, yang paling dicari disini adalah steaknya. Tapi jangan salah, steak disini tidak seperti di restoran steak kelas mahasiswa. Karena, selain variasi dagingnya yang lebih banyak, harganya pun bisa mencapai 2-4 kali harga steak pada umumnya yang biasa dikonsumsi mahasiswa. Harga seporsi steak plus minuman, mungkin sama dengan jatah makan kamu 2 hari (rata2 diatas 40ribu-an). Jadi, sangat tidak disarankan buat mahasiswa yang tidak berwirausaha, apalagi untuk akhir bulan. Saran Saya, todonglah teman kamu yang berulang tahun atau baru selesai sidang tugas akhir untuk mentraktir makan di sini.

Untuk waktu, yang paling tepat adalah sore hari, sekitar jam 4-5. Karena selain belum terlalu ramai (jadi pesanan kamu bisa datang lebih cepat), kamu juga akan terhindar dari resiko perut buncit, karena kamu masih punya waktu sekitar 4-5 jam sebelum kamu tidur (FYI, tidur setelah makan bikin perut kamu buncit, apalagi kalau habis makan di Tizi yang bikin perut kamu sangat penuh). Selesai makan, kamu juga bisa langsung shalat maghrib di sini. Tapi karena memang konsep Tizi adalah rumah, jadi mohon maaf, tempat shalatnya pun sangat sederhana.

Selesai shalat maghrib, kamu masih punya waktu sebelum pulang untuk menyalurkan hobi dan bakat narsis kamu untuk photo-photo. Saya sarankan kamu membawa kamera digital. Karena pencahayaan yang kurang, kalau cuma pake HP, bikin photo kamu gelap dan tidak memancarkan aura pesonamu. Setelah puas, baru pulang. Jangan lupa bayar dulu yah.

Oke, sampai disini dulu petualangan kuliner kita. Kapan-kapan kita eksplorasi lagi tempat lainnya. Jangan lupa untuk tetap rajin berolah-raga, karena asupan yang sehat tapi kalau tidak diimbangin dengan olahraga yang teratur bisa bikin kamu malah tidak sehat, Tetap semangat, supaya kita bisa jalan-jalan dan makan-makan lagi.

Written by bijakfajar

December 5, 2009 at 8:20 pm

Posted in experience

Tagged with , , , ,

Berpisah Untuk Bertemu

without comments

Pertemuan setelah sekian lama berpisah pasti akan membawa suatu sensasi luar biasa. Perpisahan dan pertemuan merupakan dua hal yang akan hadir secara bergantian di kehidupan seorang anak manusia. Keduanya menganut aturan main Zero Sum Game. Jika tidak berpisah, maka pasti bertemu. Jika tidak bertemu, maka pasti berpisah.

Kalau ada ungkapan melankolis ‘bertemu untuk berpisah’, maka sesungguhnya Aku lebih suka menggantinya dengan ‘berpisah untuk bertemu’. Karena di ungkapan yang kedua mengandung semangat optimisme, dibandingkan ungkapan pertama yang cenderung lebih memaknai rasa pesimisme. Mungkin inilah yang dinamakan melihat gajah untuk pertama kali dari sisi yang berbeda. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

November 28, 2009 at 10:40 pm

Posted in experience

Tagged with , ,

Ramadhan:The Series

with 4 comments

ramadhan-uy-1 Syawal 1430 H-

Sesuatu baru terasa begitu bernilai, ketika orang yang memilikinya telah kehilangan sesuatu tersebut. Itulah yang aku rasakan malam ini. Berlalu sudah bulan yang penuh berkah dengan segala keutamaan yang berada di dalamnya, Ramadhan. Dan aku sangat merasa kehilangan atasnya. Ada penyesalan karena merasa belum optimal dalam ibadah. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Meskipun demikian, aku tetap bersyukur karena dengan segala kepadatan aktivitas, aku masih bisa berkumpul dengan keluarga tercinta di hari yang fitri. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

September 19, 2009 at 9:33 pm

Posted in My Diary..., experience

Tagged with ,

Genk Motor Bandung Berulah Lagi???

with 7 comments

pasupati-02Sebuah SMS masuk Sabtu pagi dengan isi yang cukup mengejutkan. Aku coba baca beberapa kali untuk mencoba meyakinkan bahwa aku tidak salah membaca.

“Teman2 saat ini k******* di ruang icu pavilion parahyangan lt.2, rs hasan sadikin, krn kecelakaan motor td mlm. Saat ini kondisi k******* blum sadar, dukung dlm doa ya. Klo mo jenguk bareng ketemuan dulu di kampus jam 11.30 ya. Kbrin yg laen ya.”

Berhubung aku sedang tersambung dengan internet, langsung aku posting email ke milis angkatan, dilanjutkan dengan memforward sms tersebut ke dua orang teman sindikatku. Setelah itu, barulah aku mulai bertanya-tanya, ‘kecelakaan dimana ya?’, ‘tabrakan atau jatuh ya?’, dan ‘separah apa ya?’. Setahuku, Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

June 7, 2009 at 10:06 am

Hari Pertama Masuk Sekolah

with 12 comments

Pengalaman pertama menjalani peran sebagai murid sekolah bisnis dan manajemen ITB memberikan kesan mendalam tak terlupakan. Sistem, lingkungan, metode, dan perangkat yang semuanya baru, memaksa untuk senantiasa beradaptasi cepat. Pada kesempatan ini, ijinkan aku membagikannya padamu kawan.
Sejak awal, selama masa orientasi, sudah ditegaskan bahwa kedisiplinan harus dijunjung tinggi. Tidak ada toleransi keterlambatan pada setiap sesi perkuliahan. Ketika dentang jam sudah menunjukkan waktu perkuliahan dimulai-sesuai jadwal-, maka yang sudah berada lebih dulu di dalam ruang kelas, berhak mengunci pintu dari dalam. Artinya, siapapun-mahasiswa atau dosen-yang datang setelahnya, tidak berhak untuk masuk mengikuti sesi kuliah saat itu.
Hal lainnya yang kurasakan berbeda adalah penjadwalan kuliah. Kalau dulu ketika masa undergraduate jadwal untuk satu mata kuliah dipecah menjadi beberapa hari dalam satu minggu. Kini, satu mata kuliah akan dijalankan pada satu hari, yang dibagi menjadi beberapa sesi. Semisal mata kuliah bernilai 3 SKS, maka satu hari dibagi menjadi 3 sesi. Sedangkan untuk mata kuliah bernilai 2 SKS, satu hari dibagi menjadi 2 sesi. Sedangkan 1 sesi berdurasi selama 1,5 jam, dan ada jeda antar sesi yang bisa digunakan untuk rehat.
Tidakkah ada kejenuhan jika satu mata kuliah dirapel dalam satu hari? Inilah salah satu perbedaan yang kuanggap sebagai satu kelebihan. Yaitu penggunaan case study untuk menyampaikan materi. Jadi jika satu mata kuliah dibagi menjadi 3 sesi dalam 1 hari, maka pembagiannya akan seperti ini:

  • sesi pertama: dosen masuk kelas menjelaskan materi
  • sesi kedua: diskusi kelompok-yang disebut dengan sindikat- di ruangan masing-masing. 1 sindikat mendapat 1 ruangan .
  • sesi ketiga: presentasi hasil diskusi sindikat dan diskusi kelas.

Awalnya,metode seperti ini diterapkan di fakultas hukum Harvard University untuk mensimulasikan kasus peradilan.

picture-076

Pertemuan pertama tiap mata kuliah, mahasiswa akan diberi satu map besar berisi lebih dari 10 kasus nyata dalam dunia bisnis,berbahasa Inggris, yang langsung dibeli secara original dari Harvard Business School. Tapi apalah arti sebuah merk. Toh, setahuku belum ada satu CEO perusahaan besar dunia yang lulusan Harvard Business School. Kalau yang DO sih ada. ^_^.

Satu case study minimal terdiri dari 10 halaman A4. Dan harus dikuasai setiap harinya, karena selalu ada presentasi dan diskusi di tiap kali pertemuan. Tidak salah jika partisipasi mendapat peringkat tertinggi dalam hal prosentase nilai total. Lebih tinggi dibandingkan nilai UTS, UAS, dan laporan tertulis. Ah,inilah hari-hariku ke depan.

Dengan penggunaan studi kasus yang real, diharapkan pemahaman mahasiswa akan lebih mudah dibentuk, dibandingkan dengan sekedar membaca teori dari buku-buku yang saking tebalnya bisa dijadikan bantal. Itulah bagian dari masa lalu.

Maka kupikir, ada baiknya metode ini bisa diterapkan di program studi lain, bahkan untuk level undergraduate. Meskipun, sebaik-baik tempat mencari ilmu adalah dengan langsung menceburkan diri, setidaknya pendekatan seperti ini bisa lebih mendekatkan gambaran tentang bagaimana tercebur dengan baik dan benar. Harapannya, sistem pendidikan di Indonesia-secara umum- bisa membaik.

Written by bijakfajar

February 3, 2009 at 7:40 am

Buah Tangan Dari Palestine

with 11 comments

picture-035Biasanya setiap kita pulang dari mengunjungi suatu tempat, ada sedikit oleh-oleh yang bisa kita bagi kepada sanak saudara, kerabat, dan sahabat. Bentuknya bisa berupa apa saja. Maka tidak ada salahnya Saya sedikit membagi buah tangan dari kunjungan Saya ke (Konser Amal & Malam Ekspresi) Palestine Senin malam yang lalu(26 Januari 2009). Acara yang diadakan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestine(KNRP) di Sasana Budaya Ganesha(Sabuga) ini memang dimaksudkan untuk menggalang dana bagi rakyat Palestine yang menderita akibat ulah biadab Zionis Israel yang menggempur Gaza selama 22 hari. Hasilnya memang luar biasa. Tiga jam acara digelar, terkumpul dana sekitar 1 Milyar 89 Juta sekian rupiah.

Sebelum memasuki gedung Sabuga, pengunjung sudah disuguhi oleh aksi teatrikal yang menggambarkan kebiadaban militer Israel melawan kegigihan juang pasukan HAMAS.

picture-034

Pintu Masuk Sabuga yang menjadi panggung teatrikal

Masuk lebih dalam, maka pengunjung akan mendapati pameran poster dan photo yang menggambarkan kondisi di Gaza selama 22 hari invasi Israel.

Seorang bapak sedang menghayati poster

Seorang bapak sedang menghayati poster

Sekitar pukul 20:30, barulah tamu yang ditunggu-tunggu hadir, yaitu Ketua MPR-Hidayat Nur Wahid-, Gubernur Jabar-Ahmad Heryawan-, & sesepuh di Jawa Barat-Hilmi Aminudin-. Acara memang mengalami keterlambatan 1,5 jam dari yang dijadwalkan sebelumnya.

Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Hilmi Aminudin

Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Hilmi Aminudin

Tanpa menunggu lebih malam lagi, acara langsung dimulai dengan senandung ‘We Will Not Go Down’ dari grup yang Saya lupa namanya ^_^.

"We will not go down..in the night, without a fight..."

"We will not go down..in the night, without a fight..."

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan, puisi, nasyid, lelang barang, dan pengumpulan dana dari para pengunjung. Ternyata pengunjung acara ini tidak hanya dari kalangan dewasa, bahkan balitapun dilibatkan.

Dua bocah yang juga tampak menikmati acara ^_^

Dua bocah yang juga tampak menikmati acara ^_^

Sekitar jam setengah 12 acara berakhir. Apalagi yang diincar oleh seorang Exist(bukan narsis kata seorang teman) seperti Saya selain mencari-cari kesempatan mengambil gambar tokoh dan photo bareng tokoh. Hasilnya cukup menggembirakan. Tidak sia-sia menunda kepulangan padahal sudah merasa ngantuk. Hidayat Nur Wahid & Hilmi Aminudin berhasil tertangkap kamera dari jarak yang sangat dekat. Lainnya, Ahmad Heryawan & Ebith Beat A harus bangga berphoto bersama Saya :-p

picture-065

Hidayat Nur Wahid

picture-066

Hilmi Aminudin

Gubernur Jawa Barat-Ahmad Heryawan-(kanan) bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto-(kiri)

Gubernur Jawa Barat-Ahmad Heryawan-(kanan) bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto-(kiri)

Nasyid Rapper-Ebith Beat A- bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto

Nasyid Rapper-Ebith Beat A- bersama Direktur The Bijaksana Institute-Bijak Fajar Putranto

Semoga apa yang Saya bagi ini bisa menjadi penghibur hati rekan-rekan yang tidak sempat hadir. Mohon maaf apabila ada yang *cape dee…* Piss!!

Allahu Akbar!!!!

Written by bijakfajar

February 1, 2009 at 11:52 am

Saatnya Hijrah

with 13 comments

555753616_03479bd7751Hijrah, bukanlah suatu hal yang luar biasa bagiku. Tentunya dengan definisi hijrah dalam arti sempit, yaitu berpindah secara fisik. Setidaknya, sampai saat ini, ketika Aku sudah berusia 22 tahun menurut tahun masehi dan 23 tahun menurut tahun hijriah, Aku sudah berkali-kali mengalami pindah kediaman.

Sedikit berbagi perjalanan kehidupan. Aku dilahirkan di Pasuruan, Jawa Timur. Menginjak usia 1,5 tahun Aku-dan keluarga tentunya- pindah ke Tarakan, Kalimantan Timur. Memasuki umur 4 tahun, Bandung-Jawa Barat- menjadi tempat tinggal Kami. Tidak terlalu lama, memasuki usia TK-nol besar- Kami sekeluarga pindah ke Padang, Sumatera Barat. Empat tahun kemudian, Kami berpindah ke Medan, Sumatera Utara. Lalu, ketika aku masuk tingkat SMP,-untuk yang terakhir kalinya- Kami sekeluarga dipindahkan ke Semarang, Jawa Tengah. Sampai saat ini, setiap Aku ditanya “Asalnya mana?”, maka bisa dipastikan jawabanku adalah “Semarang.” Walaupun Aku sekarang telah menjadi penduduk kota Bandung(lagi)-demi menuntut ilmu- orang tua(dan adikku) masih tinggal di Semarang. FYI, kedua orang tuaku(dulunya) adalah pegawai salah satu BUMN yang mengurusi bidang telekomunikasi(halah, bilang aja TELKOM!).

Kebiasaan nomadenku, ternyata masih tetap berlanjut sampai saat ini. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 17, 2009 at 4:08 pm

Posted in Stuff, experience, hobbies

Patroli Terik Hari

with 6 comments

Sepertinya bakal jadi agenda rutin yang akan Saya lakukan setiap tiga bulan sekali, insya Allah. Yaitu melakukan patroli ke semua link yang ada pada blogroll. Kalau istilah umumnya blogwalking. Selain untuk tetap menjaga silaturahim dengan temen-temen blogger, juga agar bisa diketahui dengan segera rumah mana saja yang memang sudah ditinggalkan penghuninya.

Inspeksi kali ini adalah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, Saya juga sudah membuat laporan tertulisnya di sini. Aturan mainnya masih tetap sama, yaitu blog yang sudah tidak di-update lagi dalam kurun waktu enam bulan(terakhir posting tanggal 17 Juli 2008), maka akan dengan segera disingkirkan dari blogroll. Maap, bukan maksudnya ngusir, tapi emang baiknya segera menyingkir! ^_^

Nah, setelah beberapa jenak melakukan pemeriksaan, ini dia beberapa blog yang harus tereliminasi:

  • Akhmad Deniar PK [http://www.deniar.net/]–>domainnya expired
  • Dela Arundina [http://zenletion.wordpress.com/]–>terakhir posting 5 Mei 2008
  • Hary Haryono [http://bosshary.blogdetik.com/]–>blognya dihapus sama empunya
  • Kurnia Rizqiani [http://rizqianie.wordpress.com/]–>terakhir posting 12 Mei 2008
  • Mirza Akhena [http://mirkenken.wordpress.com/]–>terakhir posting 15 Mei 2008
  • Riza Dwi [http://rizainside.wordpress.com/]–>terakhir posting 11 Juli 2008
  • Ratri Priyandewi [http://gerbanglogikaku.blogspot.com/]–>terakhir posting 2 Juni 2008
  • Wiwit Setiadi [http://kangmaswiwit.wordpress.com/]–>terakhir posting 30 Mei 2008
  • Yudi Maryanto [http://firstyuyu.wordpress.com/]–>terakhir posting 30 Juni 2008

Ah, akhirnya selesai juga. Walaupun ini termasuk kategori tulisan ‘ga penting’, tapi setidaknya ini menyulut Saya untuk bisa lebih istiqomah dalam menulis. Atau bisa dibilang postingan kali ini cuma untuk mengisi waktu luang di Sabtu siang. Emang! :-D

Written by bijakfajar

January 17, 2009 at 2:36 pm

Posted in experience

Tagged with , , ,

Early Warning System

without comments

1januari-014Dalam sebuah perjalanan pasti terdiri dari potongan-potongan peristiwa. Ada yang menarik, ada yang biasa saja. Di perjalanan Semarang-Bandung yang kutempuh pada tanggal 24 Desember lalu, ada sebuah peristiwa yang kau bisa menilai sendiri, menarikkah atau biasa saja.
Tepatnya di Kabupaten Sumedang, aku mendapati keramaian yang membuat aku penasaran dan menghentikan sejenak perjalanan. Ternyata, dari sebuah lubang di tepi jalan, menyemburlah dengan derasnya air segar. Seperti yang kau lihat di gambar yang sempat kuabadikan-meskipun gambar ini tidak mungkin abadi- semburan air tersebut cukup membuat para pengguna jalan sedikit terganggu. Untungnya lalu lintas saat itu tidak terlalu ramai.
Ketika kusapa salah seorang bapak yang sepertinya adalah seorang petinggi kampung itu, kudapatkan informasi bahwa semburan itu berasal dari pipa saluran air yang patah. Sedangkan penyebab patah itu sendiri belum diketahui, apakah karena faktor manusia atau disebabkan tangan alam.
Aku jadi teringat semburan lumpur di Porong, Sidoarjo. Dan baru-baru ini juga mulai muncul di Gresik. Aku tidak sanggup membayangkan kalau-kalau daerah itupun ikut tenggelam. Kisah-kisah lama jaman kenabian juga mulai mengusik pikiranku: umat Nabi Nuh, kaum Samud, kaum Sodom, kaum ‘Ad. Ditambah, ketika tulisan ini dibuat, telah terjadi tiga gempa di tiga lokasi berbeda-Manokwari, Manado, dan Aceh- dalam rentang waktu kurang dari 48 jam.Adakah ini merupakan azab dari Yang Maha Kuasa? Disebabkan kelalaian yang dilakukan manusia, maka Allah mendahulukan siksanya di dunia.
Semoga dengan yang kecil ini, kita langsung tersadar untuk segera mengintrospeksi diri. Agar tidak lebih besar lagi azab dunia yang diturunkan Allah kepada kita. Anggaplah ini sebuah Early Warning System, sebagai sebuah anugerah bagi hamba Allah yang masih mau bertobat.

Astaghfirullah…..

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 6:53 am

Posted in experience

Jagal Amatir

without comments

1januari-002Pengalaman pertama merupakan perhiasan yang sangat berharga. Umumnya jauh lebih bernilai daripada pengalaman kedua, ketiga, atau seterusnya. Ambillah contoh, ‘malam pertama’, yang merupakan momen istimewa dimana seseorang memulai kehidupan barunya setelah memasuki jenjang pernikahan. Pernahkah Kau mendengar keistimewaan malam kedua, kesepuluh, keseratus, atau bahkan keseribu dari sebuah kehidupan pernikahan?
1januari-0063Maka itu, ijinkan Aku berbagi pengalaman pertama, saat Aku menjadi perantara dicabutnya nyawa seekor domba. Pagi itu, 8 Desember 2008, bertepatan dengan hari Idul Adha 1429H. Setelah empat tahun lamanya Aku memendam gejolak itu, akhirnya tiba juga saatnya. Menyembelih sendiri domba itu, sebagai penyempurna ibadah qurbanku. Terdata sebagai domba dengan nomor absen 57, ajalnya tiba jauh lebih cepat dari yang dibayangkannya. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 6:24 am

Posted in experience