.::The Bijaksana Institute::.

Centre for Idea Incubator

Archive for the ‘Al Fikr’ Category

Makhluk Tuhan Paling Sexy

with 7 comments

“….Kamulah makhluk Tuhan…
….yang tercipta..yang paling sexy…”

(Mulan Jameela-Makhluk Tuhan Paling Sexy)

Siapakah yang tidak mengenal lagu tersebut? Tidak hanya kalangan remaja dan dewasa saja penikmatnya. Akupun pernah mendengarkannya keluar dari mulut seorang bocah, yang mungkin umurnya baru beranjak 6 tahun.
Tapi kali ini, kita tidak sedang mendiskusikan tetek-bengek tentang lagu tersebut. Melainkan pada penggalan lirik yang cukup menggelitik. Sebenarnya, siapakah makhluk Tuhan yang paling sexy? Tanpa bermaksud diskriminasi gender, karena lagu ini dinyanyikan oleh seorang wanita, maka asumsi yang digunakan adalah makhluk Tuhan tersebut adalah pria.
Istilah ’sexy’ yang sudah terserap menjadi salah satu kosa kata bahasa Indonesia, jika diartikan secara bebas dari bahasa aslinya berarti: memiliki sifat yang terasosiasi dengan sex. Yaitu bentuk tubuh yang merangsang birahi, membangkitkan syahwat, menaikkan libido, dan membakar gairah. Coba tengok sejenak definisi seksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut:

3sek·si /séksi/ a merangsang rasa berahi (tt bentuk badan, pakaian, dsb)

Jika demikian, maka lekatlah pada benak kita pada spesies pria yang sering disebut ‘metroseksual’. Jika ia memiliki ciri: tubuh wangi dibalut parfum mahal, pakaian branded kelas dunia, dan punya presisi yang detil tentang perawatan tubuh luar dan dalam, maka masuklah ia pada kategori tersebut. Iconnya: David Beckham.
Pemilihan bintang sepakbola AC Milan yang pernah sebelumnya memperkuat Manchester United dan Real Madrid itu sebagai icon memanglah cerdik. Hal ini untuk menghancurkan persepsi kuno, bahwa metroseksual identik dengan homoseksual. Karena Beckham tercitrakan sebagai lelaki sejati(bukan gay), ayah dan suami yang ‘baik’, maskulin, serta profesional. Possitioning seperti itu jugalah yang ingin dicirikan oleh merk ‘metroseksual’ ini.
Sedikit menoleh pada sejarah, para mufassir berpendapat bahwa kaum Nabi Luth di kota Sodom dan Gomorah yang makmur, telah menggiring mereka menjadi bangsa pesolek. Karena seringnya berdandan, mengakibatkan para lelaki mengagumi ketampanan. Itulah akar pohon penyimpangan yang menyebabkan Allah menurunkan azabnya ketika itu.
Sampai di sini, hipotesa kita adalah: makhluk Tuhan(pria) yang paling sexy adalah pria metroseksual. Jangan senang dulu kawan. Karena di dunia ini tiada yang abadi. Begitu pula dengan tren ini.
Menurut sebuah riset di Euro RSCG, bahwa pria masa depan adalah: Uberseksual. Istilah uber, berasal dari kosakata Jerman yang berarti ‘di atas’ atau ’superior’. Sehingga, konsep uberseksual menitikberatkan pada keunggulan kualitatif.
Pria uberseksual, menurut Marian Salzman-Kepala Riset di Euro RSCG-, adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas(kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain) dalam kehidupannya. Karakter paling kuat dari seorang pria uberseksual adalah sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Sehingga tidak salah jika spesies ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di jeda-jeda waktu kosong yang dimiliki. Bono U2 yang menggunakan sisa waktunya di sela kesibukan turnya untuk kegiatan memerangi kemiskinan dan kelaparan di Afrika adalah salah satu contoh tokohnya.
Yang perlu diingat, bahwa pria uberseksual bukan berarti tidak menarik secara penampilan. Aura yang memancar menjadi suatu kutub magnet yang alami. Mereka elegan dengan tampilan sederhana sekalipun.
Jadi, terminologi sexy perlu diredefinisi atau paling tidak mengalami perluasan makna. Dunia membutuhkan ‘pria-pria sexy’ yang memberikan kontribusi konkritnya demi kehidupan yang lebih baik. Bahkan,bukan tidak mungkin tren dunia selanjutnya akan bergeser(lagi) membentuk spesies baru, yaitu pria-pria yang tidak hanya menarik secara penampilan, cerdas secara pemikiran, namun juga kokoh dalam keimanan(baca: memiliki spiritualitas tinggi).

================================================================

Reference:

Jalan Cinta Para Pejuang(bab Lelaki-lelaki Pelangi): Salim A Fillah

Written by bijakfajar

February 5, 2009 at 7:45 am

Duka Nestapa Seorang Bujang

with 17 comments

Malang nian nasib orang yang, oleh Allah, dicabut dari hatinya keinginan untuk beramal, berbuat baik. Sebagai suatu yang saling menggantikan, jika tidak berbuat baik, maka bisa dipastikan akan berlaku negasinya, berbuat buruk. Karena tidak mungkin tindakan bersifat netral. Pasti satu diantara dua pilihan, baik atau buruk. Ibadah atau maksiat. Manfaat atau madharat.

Jika menikah adalah salah satu ranting dari pohon ibadah, maka keinginan untuk menikah adalah salah satu wujud keinginan untuk berbuat baik. Masalahnya, itulah yang akhir-akhir ini hilang dari hatiku. Bisa kukatakan bahwa ia telah hilang, karena ia pernah tersimpan di hatiku semenjak semester 4 sampai menjelang aku menyelesaikan semester 8. Ini serius. Bahwa keinginan itu sudah lama ada. Hanya saja tinggal menunggu restu orang tua yang akan ada ketika aku telah mampu menafkahi. Perkara kemampuan untuk menafkahi, ternyata masih dipandang sempit oleh sebagian besar orang, bahwa ia haruslah melewati tahap lulus kuliah kemudian bekerja. Namun sebagai anak yang berbakti dan tidak ingin dianggap durhaka pada orang tua, maka akupun berusaha tegar menjalaninya.

Anehnya, ketika saat ini satu tahap telah kulewati(baca:lulus kuliah), dan aku memiliki kesempatan untuk segera berpenghasilan(baca:mencari kerja), aku malah memilih untuk menunda itu, menempuh jalan memutar yang lebih jauh untuk sampai di tempat tujuan. Ah, kemana perginya keinginan untuk beribadah itu?

Salim A Fillah, dalam bukunya ‘Gue Never Die’, pernah menyebutkan bahwa hanya ada dua alasan seorang lelaki menunda menikah. Pertama, karena banyak maksiat. Kedua, diragukan kejantanannya. Kalau aku boleh memilih antara dua alasan itu, aku memilih untuk tidak pada kedua-duanya. Sungguh pilihan yang sulit, kawan.

Sekarang Aku hanya memiliki satu pilihan.  Perbaiki amalan, kurangi kealpaan. Sungguh aku tak ingin menjadi seburuk-buruk mayat, yang ia adalah mayat seorang bujang(Al-Hadits). Tak lupa berdoa, smoga diberi ketegaran jiwa. Sampai saat itu tiba, ku akan sabar menantinya. Satu renungan dari seorang saudara:‘Rendahkan hati, tinggikan mutu’. Semoga ini juga menginspirasimu, teman. Allahu akbar!!!

Written by bijakfajar

January 26, 2009 at 6:11 am

Subjektifitas Judul

with 3 comments

Tulisan Saya yang sebelumnya terpaksa harus diganti judul, karena ada beberapa jaringan kampus yang tidak bisa menerima. Awalnya Saya menamai tulisan Saya: ‘Kebohongan Publik Yang Telanjang’. Penggunaan kata ‘telanjang’ umumnya langsung mengimajinasi kita pada arti yang sebenarnya. Sehingga bagi sistem yang membaca, langsung menginterpretasikan tulisan Saya masuk kategori tulisan jorok, seronok, dan sebagainya. Hohoho, ini termasuk salah satu konstrain teknologi yang ternyata belum bisa 100% menyamai kecerdasan otak manusia.

Saya beruntung memiliki teman-teman yang begitu perhatian pada Saya dan tulisan-tulisan Saya. Sehingga dari teguran via plurk, akhirnya Saya tahu bahwa beberapa sistem jaringan menolak memberikan akses masuk pada tulisan Saya ini. Hingga sampailah pada keputusan memperhalus judul menjadi ‘Kebohongan Publik Yang Terang Benderang’. Semoga tidak mengurangi kenyamanan membaca. Enjoy!

Written by bijakfajar

January 6, 2009 at 11:36 am

Posted in Al Fikr

Kebohongan Publik Yang Terang Benderang

with 4 comments

visit-indonesia-year-2008Baru beberapa saat setelah Aku mem-posting tulisan mengenai pariwisata Indonesia, tak dinyana kudapati referensi yang-semoga-bisa melengkapi beberapa argumenku sebelumnya. Tepatnya di halaman pertama harian Suara Merdeka tertanggal Senin, 5 Januari 2009 pada sebuah artikel berjudul ‘Menggairahkan Pariwisata’.
Disana disebutkan bahwa dalam Travel and Tourism Competitiveness Index 2008, World Economy Forum (WEF) menempatkan Indonesia di urutan ke-80, turun dua puluh peringkat dari tahun sebelumnya(2007-red). Artikel tersebut juga membandingkan Indonesia dengan tiga negara tetangga: Singapura(peringkat ke-16), Malaysia(peringkat ke-32), dan Thailand(peringkat ke-42). Peringkat tersebut didapatkan dari penilaian tiga aspek, yaitu regulasi, iklim usaha, dan infrastruktur. Dari nilai maksimal yang dipatok pada angka 7, Indonesia hanya berhasil meraih poin 3,70. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 3:09 pm

Posted in Al Fikr

Layanan Bibir

with 4 comments

1januari-035Dua hari yang lalu, di sebuah stasiun televisi, aku menyaksikan sebuah iklan layanan masyarakat dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Di iklan tersebut, sang Menteri-Jero Wacik- mengungkapkan rasa puasnya atas keberhasilan program Visit Indonesia 2008. Yang kemudian dilanjutkan dengan harapan semoga keberhasilan tersebut bisa dilanjutkan di program selanjutnya-Visit Indonesia 2009.
Sampai saat inipun, Aku masih belum paham, sebenarnya parameter apa saja yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan program tersebut. Apakah dari jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia? Ataukah dari tingkat pendapatan negara dari sektor pariwisata? Ambigu dan membingungkan. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 5, 2009 at 7:11 am

Posted in Al Fikr

BBB (Bukan Bijak Biasa)

with 8 comments

1januari-061Menyambung dari tulisan yang sebelumnya tentang resolusi, satu kata kunci yang pasti ada ialah PERUBAHAN. Percaya atau tidak, simaklah apa kata para artis yang diwawancarai di beberapa infotainment. “Ingin menjadi lebih baik di tahun-tahun berikutnya”. Penggunaan kata ‘lebih’, sudah menunjukkan suatu keadaan yang berubah. Pergantian status. Perkara si artis benar-benar bisa menjadi lebih baik atau tidak, Saya merasa bahwa itupun kadang belum dipikirkan oleh si artis tersebut. Yah, semacam ‘Lip Service’ mungkin. Yang pasti, berproses untuk menjadi lebih baik adalah sebenar-benar tuntunan. Karena ketika itulah kita beruntung. Sebaliknya ketika kita lebih buruk, maka kita adalah orang yang celaka. Dan menjadi samapun sangat tidak dianjurkan, karena sebenarnya kita rugi (Al Hadits).

Karena yang paling sulit dari pencapaian suatu target adalah keistiqomahan dalam menapaki anak tangga yang menuju puncak prestasi. Ketika langkah sudah dimulai, tidak ada yang bisa menjamin bahwa langkah terakhir akan benar-benar sampai di tujuan semula. Karena kita manusia. Maka untuk itulah kita perlu untuk sering-sering mengintrospeksi diri. Bulanan. Mingguan. Atau bahkan harian. Setahun itu tidak sebentar kawan. Tapi ia juga tidak lama saudaraku. Maka muhasabah adalah kuncinya. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 4, 2009 at 5:30 pm

Posted in Al Fikr

Special Starter Pack

with 5 comments

new-years-fire-works-1024x768_20080124Ini adalah tulisan pertama di tahun 1430H & 2009M. Selayaknya kartu perdana, maka registrasi mutlak dibutuhkan. Tapi bukan sekedar registrasi. Karena registrasi ini bernama resolusi. Yup! Pasti sudah banyak di antara kita yang sudah mempersiapkan resolusinya untuk bilangan tahun yang baru ini. Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya arti resolusi?

Ketika kamu mengetikkan kata ‘resolusi’ di wikipedia, maka yang kemudian muncul adalah penjelasan singkat tentang ‘resolusi gambar‘. Lantas apa hubungannya antara resolusi yang mungkin selama ini kita artikan ‘rencana-rencana’ dengan variabel resolusi yang biasa kita temukan di monitor komputer atau televisi? Mencoba untuk mengutak-atik, maka Saya mencoba menerjemahkan arti ‘resolution’ di kamus bahasa Inggris-Indonesia.  Maka yang Saya dapatkan adalah pelarutan, penguraian, pemisahan, putusan, ketetapan. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

January 1, 2009 at 11:45 am

Posted in Al Fikr

Kenikmatan Tiada Dua

with 6 comments

subuh-masal1Masing-masing dari kita pasti memiliki satu momen rutin istimewa yang paling dinanti. Momen ini tidak datang sekali seumur hidup, melainkan kita biasa mengalaminya, namun kenikmatan tiada dua kita rasakan saat bertemu dengannya.
Sebutlah diantaranya saat gajian. Rutinitas bulanan ini bagi sebagian besar orang merupakan saat-saat yang dinanti. Atau mungkin ketika pulang kampung bertemu sanak saudara, yang mungkin hanya bisa dilakukan setahun sekali. Untuk periode mingguan, waktu week-end adalah yang paling ditunggu. Lantas, contoh apa yang bisa Kau berikan untuk momen harian terindah?
Bagiku, tiada yang melebihi kenikmatan shalat subuh berjama’ah di masjid*. Sampai-sampai akupun kehilangan kemampuanku untuk mendeskripsikan seperti apa rupa nikmat itu. Aku hanya bisa menyarankan, bahwa kaupun harus mencobanya. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

December 22, 2008 at 5:08 pm

Posted in Al Fikr

Tagged with ,

Pahlawan Sejati

with 7 comments

film19781Untuk menjadi seorang pahlawan, kekuatan fisik bukanlah modal yang utama. Karena pada kenyataannya, berkarya di bidang yang kita geluti, bisa memunculkan jiwa kepahlawanan kita. Terbukti, saat ini pahlawan bertebaran di mana-mana. Ingatlah Muhammad Yunus yang menjadi pahlawan bagi kaum miskin di Bangladesh. Di sekitar kita, istilah ‘guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa’ pastinya sudah melekat erat dalam benak. Maka jadilah pahlawan, yang kelak kepahlawananmu akan ditorehkan pada tinta abadi sejarah manusia.
Hal itu jugalah yang dibuktikan oleh Bolt,seorang anjing jenis German Sepherd,di sebuah film dengan judul yang sama. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

December 19, 2008 at 6:35 am

Posted in Al Fikr

Tagged with ,

Kesederhanaan Pernikahan

with 4 comments

logo2‘Sorry hany lwt sms, insya Allah bsok gw akan mnikah dgn rusma hidayat jam 9 dbulungan kaltim, mohon doa restunya ya.. Thx :-* yuli handayani’

SMS tersebut cukup mengagetkan Saya yang sedang menyetir mobil. Bukan shock yang berlebihan sih, cuma sekedar surprise aja. Rasanya baru kali ini Saya menerima SMS pengumuman menikah yang cukup membuat Saya berkata ’Haa????’. Read the rest of this entry »

Written by bijakfajar

November 30, 2008 at 6:14 am

Posted in Al Fikr

Tagged with