Cerah Tapi Sepi
“…hari yang cerah…untuk jiwa yang sepi…
…begitu terang…untuk cinta yang mati…”
(Peter Pan)
Begitulah hari ini. Hari yang biasa sebenarnya. Tapi ingin kujalani dengan luar biasa. Karena memang orang-orang hebat menjalani hari demi hari dengan sesuatu yang baru.
Apa yang baru hari ini? Kuterbangun saat adzan subuh hampir menjelang. Dengan berat mata kubuka. Tidak seperti biasa. Karena memang ada yang beda di mata. Sedikit benjolan kecil sebiji jagung muncul di mata Pojok Kanan ataS. Inilah yang orang Jawa biasa menyebutnya dengan ‘timbilan’. Kusadari kemarin memang aku terlalu lama berada di depan TV untuk memantau perkembangan quick count PEMILU sekaligus di depan laptop untuk mengerjakan pekerjaanku.
Ah, inilah akibatnya jika terlalu dzalim pada salah satu anggota tubuh. Namun, seperti yang pernah diajarkan oleh orang tuaku, resep tradisional untuk penyakit ini adalah dengan mengoleskan lendir bawang putih di tempat yang sakit. Terbukti lumayan ampuh, meskipun sedikit perih awalnya. Perlahan tapi pasti, benjolan itu mulai mengecil.
Tapi kemudian ku teringat. Tugasku belum selesai. Maka bisa dipastikan seharian ini aku akan kembali berlama-lama di depan layar laptopku. Beginilah hidup seorang bujangan. Penuh dengan tugas kuliah dan tugas kerjaan. Meskipun hari ini begitu cerah, tapi jiwa ini begitu sepi…..
“…hari yang cerah…untuk jiwa yang sepi…






bismillah
insya allah..suatu saat gak kan sepi lagi..
relawanmuslimah
April 11, 2009 at 12:05 pm
wkwkwkwk..
perasaan kk ol mulu deh d plurk,
ms kesepian juga y kk?,
helenamayawardhani
July 11, 2009 at 11:23 pm